Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengusung Semboyan “Style First, Skill Later”

Editor Content • Minggu, 11 Juni 2023 - 17:34 WIB
Yudi Ismono, dua dari kanan  bakal dilantik kepala biro yang membawahi pengadaan barang dan jasa di Setprov DIJ.
Yudi Ismono, dua dari kanan bakal dilantik kepala biro yang membawahi pengadaan barang dan jasa di Setprov DIJ.
RADAR JOGJA - Banyak komunitas yang terbentuk dari olahraga sepak bola. Umumnya komunitas yang hadir adalah pendukung suatu tim tertentu atau komunitas pecinta jersey. Namun, ternyata ada komunitas yang fokus dengan sepatu sepak bola. Komunitas ini bernama Football Boots Indonesia (FBI), dan salah satunya cabangnya ada di Jogja.

FBI merupakan sebuah komunitas pecinta sepatu sepak bola dan futsal original di Indonesia. Asal mula komunitas ini berawal dari forum kaskus pada 2009 silam. Pada awalnya, forum tersebut berisi diskusi mengenai sepatu futsal dan sepak bola yang menekankan pada penggunaan produk original. Diskusi dalam forum online tersebut semakin ramai, hingga akhirnya ada inisiatif diadakan gathering pertama di Jakarta.

Terbentuknya komunitas ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat, terutama yang menggandrungi sepak bola dan futsal, bahwa hobi mengoleksi sepatu original bisa menjadi daya tarik tersendiri.

FBI regional Jogja sendiri merupakan salah satu cabang yang tertua dan terbentuk sejak 2009. Salah satu pengurus FBI Jogja Dian Rositama mengatakan, komunitas ini mempunyai kegiatan rutin fun football. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai sepatu sepak bola tentunya. “Kami juga rajin memberikan edukasi pentingnya memakai sepatu bola dan futsal original,” katanya kepada Radar Jogja Jumat (9/6).

Selain itu, beragam tips mengenai cara merawat sepatu, tempat jual beli sepatu terpercaya, serta informasi mengenai sepatu keluaran terbaru bisa didapat di komunitas ini. “Kami juga saling berkunjung ke antar regional, gathering nasional, dan main bola bareng” ujar Tama, sapaan akrabnya.

Uniknya, komunitas ini mengusung semboyan style first, skill later. Maksudnya adalah anggota komunitas bebas bergaya necis menggunakan sepatu apapun saat bermain bola. Bahkan dengan sepatu limited edition. Bila skill olah bola tak terlalu mumpuni, komunitas ini tak ambil pusing. “Semuanya diterima asal syaratnya sepatunya ori,” jelas salah satu pengurus lain Septiyan Kenji.

Hal itu karena niat dari anggota komunitas ini hanya ingin menjajal sepatu bola yang dimilikinya. Saat bermain bola pun, ada juga anggota yang membawa lebih dari sepasang sepatu. Nantinya bisa saling tukar sepatu antaranggota saat bermain.

Selain itu, foto yang didokumentasikan saat bermain bola tak hanya soal anggota yang bermain bola. Melainkan juga fokus mendokumentasikan sepatu yang digunakan saat bermain. “Karena kami memang komunitas sepatu, bukan fokus di skill sepak bolanya,” ucap Kenji.

Saat ini, FBI Jogja beranggotakan 179 orang. Di awal berdiri, komunitas ini hanya diisi sekitar 25 anggota. Kenji menyebut, kesamaan hobi dan tidak meninggalkan jati diri komunitas adalah faktor yang membuat komunitas ini tetap bertahan. Selalu ada bahan untuk dibahas di komunitas ini. Setelah bermain bola pun, anggota tak langsung pulang. Melainkan berkumpul dan nongkrong sejenak untuk sekadar membahas sepatu bola. “Kalaupun nggak ketemu tetap keep in touch di grup, agar komunitas tetap hidup,” ungkap Kenji.

Menurutnya, komunitas ini akan tetap bertahan selama tetap membawa ciri khasnya dan selama masih ada sepak bola. Sebab, brand sepatu bola akan selalu memproduksi keluaran baru. Hal itu tentu menjadi pembahasan bagi anggota komunitas ini. “Minim gesekan antaranggota juga karena kami tidak mementingkan skill main bolanya,” pungkasnya. (tyo/eno) Editor : Editor Content
#Football Boots Indonesia