RADAR JOGJA - Kabupaten Magelang tak habis-habisnya menyuguhkan destinasi wisata alam yang memesona dan memanjakan mata. Apalagi Magelang dikelilingi oleh beberapa gunung yang menambah suasana asri nan sejuk. Cocok untuk membuat pikiran jadi semakin rileks.
Satu di antaranya Top Selfie Pinusan Kragilan. Wisata alam ini menyajikan jajaran pohon pinus yang menjulang tinggi serta keindahan bukit di sekitarnya. Pohon-pohon itu berjajar dengan rapi di sepanjang hutan. Seolah membelah garis lurus di tengah hutan dan menyisakan jarak lahan yang cukup untuk dilalui kendaraan.
Sesuai namanya, Top Selfie Pinus memang diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin berswafoto. Apalagi banyak spot menarik yang instagramable.Wisata ini juga kerap diburu oleh pecinta hidden gem yang ingin menepi sejenak dari riuhnya suasana perkotaan.
Tidak hanya sekadar menikmati keindahan alam, banyak pengunjung yang sengaja datang untuk hunting foto dan diunggah ke media sosial (medsos). Selain itu, juga sangat cocok untuk dijadikan tempat foto prawedding atau konten video bernuansa alam.
Top Selfie Pinusan terletak di lereng Gunung Merbabu. Tepatnya di Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Magelang. Wisata ini muncul atas ketidaksengajaan warga setempat setelah akses jalan diperbaiki. "Dulu jalan hutan pinus itu masih kricak (pecahan batu yang biasanya digunakan untuk cor). Pada 2015, ada bantuan, jadi warga tiap dusun bergantian gotong royong buat jalan," ujar pengelola Subianto kepada Radar Jogja, Jumat (9/6).
Lantaran akses jalan sudah layak untuk dilalui kendaraan, dia melihat adanya peluang besar. Agar hutan pinus itu menjadi destinasi wisata. Dengan begitu, ada perputaran roda perekonomian di daerahnya. Apalagi jalanan tersebut cocok untuk berfoto karena terdapat pohon pinus yang berjajar.
Setelah itu, ada beberapa orang yang datang ke sana. Hanya sekadar mampir untuk berswafoto. Kemudian, Subianto bersama teman-temannya berinisiatif untuk membuat tempat duduk yang terbuat dari kayu di tengah-tengah jalan tersebut.
Pada Mei 2016, destinasi wisata itu langsung menarik perhatian warga, baik pengunjung lokal maupun luar kota. Para pengelola pun melakukan pengembangan di kawasan itu dengan seadanya. Khususnya area parkir. Tentu dengan mengantongi izin dari pemerintah desa setempat dan pengelola hutan.
Setelah berjalannya waktu dan mulai ramai dikunjungi, pengelola terus berbenah untuk menyajikan wisata alam yang berkelas. Termasuk pemberlakukan tiket masuk kawasan tersebut. "Pada 2018, Top Selfie Pinusan Kragilan resmi menjadi tempat wisata dan pemberlakuan tiket masuk bagi pengunjung," paparnya.
Subianto menjelaskan, selama berdiri hingga sekarang, pengembangan kawasan itu menggunakan dana pribadi. Adapun fasilitas yang disediakan yakni spot foto rumah pohon, gardu pandang, ayunan, jembatan, hingga hammock. Namun, ada beberapa fasilitas yang dikenai tarif.
Beberapa spot juga menyediakan tempat duduk. Sehingga para pengunjung dapat merasakan sejuknya udara di kawasan lereng Gunung Merbabu sembari beristirahat dan menikmati keindahan jajaran pohon pinus.
Subianto menyebut, untuk tiket masuk di hari biasa atau weekday yakni Rp 10 ribu per orang dan hari libur atau weekend Rp 12.500 per orang. Sedangkan parkir motor dikenai tarif Rp 3 ribu dan mobil Rp 10 ribu. "Rata-rata per hari ada 100 pengunjung. Kalau weekend kadang 200-300 orang," sebutnya.
Dia menambahkan, Top Selfie Pinusan Kragilan sempat ditutup hampir satu tahun selama pandemi. Hal itu berdampak pada kunjungan di destinasi tersebut. Namun demikian, saat ini pengelola terus berbenah agar wisata itu dibanjiri pengunjung. Rencananya, pintu masuk menuju wisata yang berbentuk gapura itu, bakal dibangun ulang dengan mengajukan permohonan dana dari pemerintah desa setempat. (aya/pra/sat) Editor : Editor Content