RADAR JOGJA - Bima Perkasa Jogja mencetak rekor baru untuk klub saat menghadapi Elang Pacific Caesar di GOR Amongraga, kemarin (24/5). Andre Adrianno dan kawan-kawan sukses mencetak 100 angka dan memenangkan laga 101-76 di depan ratusan pendukung yang memadati GOR Amongraga. Skor itu tidak hanya rekor baru tetapi juga membawa Bima Perkasa semakin dekat ke playoff Indonesian Basketball League (IBL) 2023.
Pelatih Bima Perkasa Efri Meldy mengapresiasi anak asuhnya. Termasuk Restu Dwi Purnomo yang bermain sambil menahan cedera di pinggangnya. “Hasil ini menjadi modal penting untuk menghadapi Prawira besok," katanya usai pertandingan.
Rekor baru itu tidak diciptakan dengan mudah. Argus Sanyudy, Ikram Fadhil, Cameron Coleman, Jacob Lobbu, dan Andre Adrianno sempat kalah start dari Pacific Caesar. Renggangnya defense membuat ring dibombardir empat kali tembakan tiga angka dari Muhammad Ariezky hingga paruh kuarter. Efri Meldy memutus momentum Pacific dengan time out. Lalu melakukan rotasi dengan memasukkan Ali Mustofa dan Nuke Tri Saputra.
Ali dan Nuke mampu mengendalikan arah angin. Center Pacific, Morakinyo Williams tak lagi leluasa di dalam point area. Ali menjadi benteng yang dibutuhkan untuk memperkuat pertahanan. Sedangkan Nuke, Andre Adrianno, dan Coleman berfungsi sebagai mesin pencetak angka. Rotasi dan agresifnya defense membawa Bima Perkasa berbalik unggul lalu merebut kuarter pertama 27-26. "Memang kuarter pertama tadi telat panas, kami kurang agresif," jelas Efri Meldy.
Bima Perkasa membaik di kuarter dua. Baru dua menit laga berjalan, Bima Perkasa mulai meninggalkan Pacific 34-28. Field goals yang semula hanya 30 persen di kuarter pertama naik ke 52 persen di paruh kuarter. Masuknya Fuquan Niles di kuarter dua cukup menghibur penonton dengan dunk ala Charles Barkley. Bima Perkasa mengunci kuarter dua dengan 59-46 dan akurasi tembakkan mencapai 62 persen.
Kondisi fisik kedua tim menurun di kuarter tiga. Baik Bima Perkasa dan Pacific sama-sama mencetak kurang dari 20 poin. Namun Bima Perkasa memperlebar jarak di akhir kuarter menjadi 77-57. Mulai dari kuarter dua sampai tiga, agresifnya pertahanan Bima Perkasa membuat Muhammad Ariezky tak berkutik. Tumpuan serangan Pacific Caesar itu tak mencetak satu angka pun hingga Bima Perkasa memenangkan pertandingan dengan 101-76.
Pemain Bima Perkasa Andre Adrianno menyebut, timnya memang sempat mengalami masalah di awal laga. Dia mengakui Ariezky sempat tampil moncer di kuarter pertama. "Lalu kami sadar harus bisa bikin dia 'mati', defense ya harus agresif lalu kami balas di kuarter selanjutnya," tandas Andre. (tyo/bah) Editor : Editor Content