Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Duta Genre Kabupaten Purworejo 2021, Afifa Mauza

Editor Content • Minggu, 21 Mei 2023 | 20:00 WIB
ANGGUN: Penampilan Mahasiswi Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) Afifa Mauza dalam balutan hijab. Sejak SMP Afifa terbiasa hidup mandiri dan tidak ingin menjadi beban bagi orang tua. (Afifa Mauza untuk Radar Jogja)
ANGGUN: Penampilan Mahasiswi Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) Afifa Mauza dalam balutan hijab. Sejak SMP Afifa terbiasa hidup mandiri dan tidak ingin menjadi beban bagi orang tua. (Afifa Mauza untuk Radar Jogja)
RADAR JOGJA - Mahasiswi Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) Afifa Mauza, terkenal mandiri dan bisa hasilkan uang sendiri dari freelance. Lebih dari itu, gadis kelahiran Purworejo, 24 Maret 2000 ini miliki banyak prestasi.
Di antaranya, pernah dinobatkan sebagai Duta Genre Kabupaten Purworejo 2021 dan pernah ikut pertukaran mahasiswi di Camarines Sur Polytechnic Colleges di Philipina selama 1 semester secara daring pada 2021.
Dia menyebut, setelah mendapatkan gelar sebagai Duta Genre Purworejo dia memiliki banyak relasi, pengalaman baru, hingga ilmu yang bermanfaat. "Bisa bertemu banyak remaja dari berbagai daerah di Purworejo. Kemudian, yang tadinya tidak pernah ke daerah lain karena sosialisasi genre jadi bisa ke luar daerah, dan sebagainya," ujar dia kepada Radar Purworejo Jumat (18/5).
Selain pintar, dia tak pernah ingin menyusahkan orang tua. Pasalnya, dia yatim sejak kelas tiga SMP. Dari itu, mengajarkannya untuk dewasa dan tidak mau merepotkan orang lain.  "Aku selalu berusaha bagaimana caranya membuat tenang pikiran ibuku. Berusaha biar ibu tidak susah dan pastinya berusaha membuat ibu bahagia," katanya.
Dia bercerita, suatu malam dia pernah pergi bersama teman-temannya. Kala itu, dia dan ibunya hanya tinggal berdua di rumah dan kebetulan kuota internet ibunya habis. Tak pikir panjang, dia mencopot kartu perdana miliknya untuk ditaruh di handphone milik ibunya.  "Aku pergi dengan HP tanpa kartu perdana. Aku tidak bisa bermain HP tidak masalah, yang penting ibuku tetap bisa bermain HP. Aku selalu mengantar ibuku kemana pun ibu pergi karena kasian kalau ibu jalan kaki," cerita Afifa sapaannya itu.
Meskipun saat ini dia sedang mengenyam kuliah semester tua, dia bekerja freelance di salah satu wedding organizer (WO) di Purworejo Pun, saat ini dia tengah menjadi anggota PPS untuk Pemilu 2024.
Ketika ada rezeki, dia tak pernah melupakan ibunya. "Jangan tunggu harus banyak uang dulu. Jangan tunggu harus sukses dulu untuk memuliakan orang tua. Karena aku percaya akan dapat lebih banyak bahkan berlipat-lipat jika sering memberi orang tua. Aku sering membuktikan ini," pesan dia. (han/bah) Editor : Editor Content
#LIFE STORY