Salah satu yang menjadi sorotan adalah ajakan Razilu untuk hidup sederhana. Intinya agar para pegawai tak hidup bermewah-mewahan.
"Tidak boleh bergaya hidup mewah darimanapun asal uang bapak ibu. Bapak ibu tidak boleh jumawa, tidak boleh pamer kekuasaan atau pamer kekayaan," jelasnya saat memberikan paparan di Kanwil Kemenkumham DIJ, Jumat (19/2).
Dia menyebut, sejatinya ASN merupakan pelayan bagi masyarakat. Maka, tak patut jika ASN justru menunjukkan gaya hidup yang bermewah-mewahan.
"Kita ini kalau dikasih predikat adalah pelayan publik. Kalau bahasa yang lebih ini lagi, pembantu di rumah, pelayan. Kita ini tidak boleh lebih mewah dari masyarakat," pesannya.
Senada dengan Razuli, Kepala Kanwil Kemenkumham DIJ Agung Rektono Seto juga mengingatkan jajarannya untuk tak jumawa dan bergaya hidup mewah. Dia memastikan prinsip ini telah dia tanamkan pada seluruh komponen di dalam Kanwil Kemenkumham DIJ.
Kini tercatat ada sebanyak 1.332 orang SDM dan UPT di bawah Kanwil Kemenkumham DIJ. Pesan hidup dalam kesederhanaan terutama tidak pamer kekayaan ini telah dia utarakan sepenuhnya.
"Yang jelas semua jajaran di Kanwil Kemenkumham DIJ bertekad untuk bekerja maksimal dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan juga mendukung gerakan untuk hidup sederhana, tidak pamer kekuasaan, kekayaan dan yang lainnya," katanya.
Menurut Agung, prinsip ini juga sejalan dengan nilai-nilai yang disampaikan Presiden Joko Widodo dan Kemenkumham. Dia juga meyakini Kanwil Kemenkumham bisa turut menjadi contoh sebagai ASN yang hidup sederhana.
"Kalau sebenarnya di sini sederhana. Tentunya satu, menggunakan semua produk dalam negeri. Ini scara tidak langsung juga meningkatkan ketahanan dalam negeri," ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News