Program “Pagelaran Tunggal” ini adalah tradisi persembahan dari tim ekskul teater yang digelar setiap tahun oleh SMA N 8 Jogja.
Sutradara Nafiza Nurul Zahra Ghifarani menceritakan, drama ini menyajikan kisah yang diinspirasi oleh kisah bawang merah dan bawang putih. Tetapi dikembangkan dengan lebih kompleks oleh Ndaru Murdopo. Pendamping yang juga merupakan pengampu kelompok ekstrakurikuler teater Tepa Palupi SMA 8 Jogka.
"Drama The Ingenuous berkisah tentang kisah sedih Putri Garlic, putri semata wayang dari Tuan Alpin, seorang bangsawan dan tuan tanah yang kaya," ujarnya
Nafiza juga menjelaskan jika alur dari drama tersebut adalah kepedihan yang dialami Putri Alpin justru membawanya bertemu Hendrik, pemuda ganteng yang kemudian menolongnya.
"Selama kurang lebih 100 menit, drama The Ingenuous dibawakan oleh Keisha Farella Mikael dan M Rifky Radhiyan Pasha beserta puluhan aktor dan penari lainnya," katanya
Ndaru Murdopo menambahkan, dalam karya pertunjukan ini teater Tepa Palupi juga berkolaborasi dengan anggota kelompok ekskul kesenian lainnya. Yakni ekskul tari Sekar Bhuwana Pakci, Paduan Suara Delayota, Karawitan Laras Pakci dan Orkestra DMinor.
Proses penggarapan karya ini telah dimulai sejak awal Maret 2023 lalu. Meski, diakuinya, masih dengan intensitas yang relatif santai. "Namun setelah libur lebaran, selama hampir tiga minggu terakhir semua tim meningkatkan intensitasnya untuk mengupayakan yang terbaik," jelasnya
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA N 8 Jogja Sri Suyatmi juga berharap jika dari proses pementasan ini agar para siswanya mampu bekerjasama dan saling menghargai. Dia juga berharap semangat itu juga dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari mereka."Saya berharap dari program ini para siswa agar bisa saling menghargai dan terhindar dari hal-hal negatif, seperti kenakalan remaja," harapnya. (cr2/pra) Editor : Editor Content