Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto berharap induk organisasi olahraga prestasi di DIJ ini dapat membawa atlet-atlet DIJ untuk berkiprah lebih luas. Tidak hanya di kancah daerah tetapi juga nasional dan internasional.“Hari jadi ini kami peringati sebagai momentum untuk refleksi, evaluasi, kontemplasi dalam mengabdi membangun prestasi atlet DIJ,” katanya.
Sebelum puncak perayaan hari jadi, KONI DIJ terlebih dulu membuat rangkaian acara yang terdiri dari pertandingan futsal, voli indoor, tenis lapangan, catur, dan senam. Hingga ziarah ke makam ketua umum KONI DIJ terdahulu, yakni KGPAA Paku Alam VIII di Kulonprogo, Dasron Hamid di Kotagede, dan Hardianto Ismangoen di Pakuncen.
Hari jadi KONI DIJ sendiri baru diketahui pada 2022 lalu melalui proses penelusuran yang panjang. Pengurus KONI DIJ masa bakti 2021-2025 membentuk tim untuk melakukan penelusuran. Tim akhirnya menemukan data berupa pemberitaan di Harian Kedaulatan Rakyat 26 April 1967 dengan judul KONI-DIJ Terbentuk diketuai oleh SP Paku Alam VIII. Bunyi Pemberitaan antara lain: KOMITE Olahraga Nasional Daerah Istimewa Jogjakarta Kemarin telah Terbentuk. Berdasarkan itu, diambil kesimpulan bahwa KONI DIJ pertama kali terbentuk 25 April 1967.
KONI DIJ saat ini beranggotakan 56 induk organisasi cabor, enam badan fungsional keolahragaan, dan lima KONI kabupaten/kota. Program yang saat ini sedang dilaksanakan adalah Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON). Diikuti sekitar 1.000 atlet, baik Puslatda reguler maupun mandiri. Terdiri dari 66 cabor/sub cabor yang akan berlaga di BK PON mulai Mei hingga Oktober mendatang. “Target 250 atlet DIJ lolos ke PON 2024 dan meraih 16 medali emas,” tegas Djoko Pekik. (tyo/din) Editor : Editor Content