RADAR JOGJA - Hanyu Qiao Chinese Bridge atau kompetisi tahunan bahasa Mandarin kembali digelar. Kompetisi kali ini melibatkan total 25 peserta dari dua kategori, sekolah menengah atas (SMA) dan perguruan tinggi. Acara berlangsung di Ground Floor Atrium Lippo Plaza Jogja, kemarin (14/5).
"Ini agenda tahunan Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa (BKPBT) DIJ dan Kementerian Tiongkok. Agendanya terbagi dua sesi, sesi pertunjukan seni dan kedua adalah pidato," jelas Ketua Panitia Hanyu Qiao Chinese Bridge Nicodemus Sanny.
Peserta total 25, terbagi atas dua kategori, 20 peserta jenjang SMA dan 5 dari perguruan tinggi (PT). Peserta bebas menampilkan seni, mulai menyanyi hingga menari pada sesi satu. Lalu dilanjutkan sesi dua yakni pidato dalam bahasa Mandarin berdurasi 90 detik.
Kompetisi melibatkan tiga juri yang akan memilih masing-masing dua pemenang tiap kategori untuk dikirimkan ke Jakarta, mengikuti kompetisi nasional mewakili DIJ. Ketua BKPBT Jimmy Sutanto menyampaikan optimisme terhadap peserta lomba.
"Saya optimistis akan kemampuan dan potensi kalian semua. Harapannya tentu DIJ mengirimkan perwakilannya ke Jakarta yang benar-benar kompeten. Jika nanti berhasil menang di Jakarta, kalian akan dikirim ke Tiongkok untuk berkompetisi di level internasional," ungkapnya.
Para peserta dinilai berdasarkan tema, penyampaian, aksen, dan penguasaan panggung serta kreativitas materi. Salah seorang peserta, Margaretha Krisnawati mengaku ini kali pertama kompetisi yang diikuti.
"Rasanya deg-degan tapi juga antusias. Saya pribadi mewakili SMK Bopkri 2 Jogja. Di sekolah saya juga ada latihan intensif kurang lebih 20 kali pertemuan, ini untuk mengasah kemampuan berbahasa Mandarin saya," ujar Margaretha.
Ia mengakui dirinya senang dengan kompetisi ini. "Ini kompetisi yang penting. Selain untuk mengasah kemampuan diri juga untuk memperbanyak relasi. Juga mempertahankan dan makin mengenalkan bahasa Mandarin itu sendiri," jelasnya. (cr1/laz) Editor : Editor Content