Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Air Sumur di Kota Jogja Tercemar E-Coli

Editor News • Rabu, 10 Mei 2023 | 01:12 WIB
TES : Uji sampel air sumur dilakukan oleh DLH Kota Jogja, Selasa (9/5). (DLH KOTA JOGJA for RADAR JOGJA)
TES : Uji sampel air sumur dilakukan oleh DLH Kota Jogja, Selasa (9/5). (DLH KOTA JOGJA for RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja melakukan uji sampling air sumur di Kelurahan Mantrijeron, Selasa (9/5). Ada sebanyak 5 titik sumur yang airnya dilakukan pengujian. Uji sampling ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan air sumur di Kota Jogja.

Kepala UPT Laboratorium Lingkungan DLH Kota Jogja Sutomo menyebut uji sampling air sumur tak hanya menjadi program pantauan rutin DLH. Pihaknya juga melayani permintaan masyarakat yang ingin mengetahui kualitas air sumur di lingkungan rumahnya.

Pihaknya kerap melayani uji sampel air sumur di Kota Jogja. Tentunya atas permintaan warga Kelurahan Mantrijeron. Beberapa waktu lalu juga pihaknya sempat melakukan uji sampel air di Kelurahan Terban dan Kotabaru.

“Kami memang merespon permintaan dari Kelurahan Mantrijeron untuk mengambil sampel di beberapa titik. Kami tidak konfirmasi apakah ada dugaan pencemaran atau tidak. Permohonannya hanya ingin mengetahui kualitas air sumur warga,” jelas Sutomo saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (9/5).

Sutomo mengatakan 5 sampel air sumur yang dibawa nantinya akan diuji menggunakan 12 parameter. Meliputi kondisi fisika, kimia, ataupun keberadaan mikrobiologi.

Pengujian juga sesuai dengan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Kesehatan Lingkungan. Targetnya, hasil uji sampel akan keluar dalam 6 hari ke depan.

“Selanjutnya hasil uji akan kami kirim langsung ke akun JSS pemohon,” katanya.

Sutomo menambahkan, secara keseluruhan kondisi air sumur di Kota Jogja mengandung bakteri E-Coli dan bakteri Koliform yang melebihi mutu baku. Meski demikian, jika air sumur direbus terlebih dahulu hingga mendidih air tetap aman untuk dikonsumsi.

Sutomo menuturkan air sumur yang tercemar tidak bisa langsung digunakan. Itulah mengapa tetap wajib melalui proses dulu.

“Sebetulnya untuk yang bakteri mikrobiologi itu mudah saja. Kalau ingin dikonsumsi direbus sampai mendidih sudah mati. Simpel saja sih kalau mikrobiologi kan mati kalau dipanaskan. Cuma kalau kita lihat di lapangan faktanya jarang warga kita yang merebus air untuk diminum,” ujar Sutomo.

Dia mengimbau masyarakat beralih ke PDAM. Terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi air. Ini karena menurutnya air PDAM telah melalui proses disinfeksi.

Sutomo juga berpesan agar masyarakat juga memperhatikan kebersihan lingkungan. Misalnya dengan tidak membuang sampah atau limbah di sungai.

“Jangan buang sembarangan, sehingga air yang ada di sampah tidak masuk ke tanah dan mencemari lingkungan,” imbaunya. (isa/dwi) Editor : Editor News
#DLH Kota Jogja #Air Sumur tercemar #Coli sumur Jogja #air Jogja tercemar #bakteri Coli Jogja