Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cuaca Buruk, Harga Cabai dan Tomat di Pasar Beringharjo Meroket

Editor News • Senin, 8 Mei 2023 | 22:13 WIB
MENUNGGU : Salah satu pedagang sayuran di Pasar Beringharjo Ida Habibah saat ditemui, Senin (8/5). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
MENUNGGU : Salah satu pedagang sayuran di Pasar Beringharjo Ida Habibah saat ditemui, Senin (8/5). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA – Cuaca buruk yang terjadi belakangan menyebabkan kualitas hasil panen menurun. Kondisi ini menyebabkan harga sejumlah sayuran di Pasar Beringharjo meroket.

Salah satu pedagang sayuran Ida Habibah menjelaskan harga komoditas cabai rawit merah naik per hari ini. Semula dibanderol dengan harga Rp 25 ribu perkilogram, kini naik menjadi Rp 30 ribu perkilogram.

“Cabai rawit sebelum lebaran sampai lebaran di titik aman Rp 20 ribu perkilogram sampai Rp 25 ribu perkilogram. Untuk hari ini di angka Rp 35 ribu,” jelasnya saat ditemui di Pasar Beringharjo, Senin (8/5).

Selain cabai rawit merah, harga komoditas tomat juga terbilang fluktuatif. Pada hari pertama lebaran tomat dibanderol dengan harga Rp 22 ribu perkilogram. Lalu turun pada harga Rp 18 ribu perkilogram dan Rp 15 ribu perkilogram.

“Sekarang keangka Rp 18 ribu perkilogram lagi. Soalnya dalam waktu seminggu ini barangnya kosong,” katanya.

Ida mengatakan rusaknya tomat lantaran cuaca buruk menjadikan dia terpaksa mengurangi jumlah stok. Ini lantaran jumlah tomat yang berkualitas biasanya terhitung hanya 30 persen dari biasanya.

Jika biasanya Ida bisa menyediakan stok hingga 1 hingga 1,5 kuintal, kini dia hanya menyetok 30 hingga 50 kilogram. Meski demikian, Ida mengaku tak ada pengurangan penjualan. Masyarakat tak mengeluh dan tetap mencari tomat dan cabai rawit merah meski harganya terbilang tinggi.

Untuk memenuhi kebutuhan Tomat, Ida mendatangkan dari Bandung, Jawa Barat. Pertimbangannya adalah kualitas Tomat yang bagus.

“Kalau dari daerah lain belum bisa dipastikan kualitasnya. Tidak terlalu berani spekulasi, kecil aja. Biasanya saya  kulaknya 1 kuintal sampai 1,5 kuintal karena barangnya terbatas saya cukup 30 kg, 50 kg gitu aja yang penting 1 hari sampai 2 hari habis, besok kulak lagi,” ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News
#pasar beringharjo #Cabai Mahal #Cuaca Buruk #Tomat mahal