RADAR JOGJA - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memiliki 15 guru besar baru. Mereka resmi dikukuhkan pada Sabtu (6/5) di Performance Hall Fakultas Bahasa Seni dan Budaya UNY.
Pengukuhan guru besar yang dikukuhkan kali ini berasal dari lima fakultas. Yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Fakultas Bahasa Seni dan Budaya, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Fakultas Teknik, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Rektor UNY Sumaryanto menyebut, pengukuhan guru besar ini merupakan salah satu tradisi. Untuk mengapresiasi dosen yang telah berjuang mendapatkan jabatan tertinggi. “Sekaligus merupakan wadah akademis bagi para guru besar untuk mengemukakan ide, gagasan, dan informasi terkini terkait bidang keilmuan yang ditekuni,” bebernya.
Salah satu Guru Besar dalam Bidang Ilmu Teknologi Pembelajaran Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Prof Dr Haryanto dalam pidatonya memaparkan tentang Keseimbangan Berpikir Divergen-Konvergen Melalui Pendekatan Pembelajaran Konstruktivistik. Menurutnya, pengembangan cara berpikir divergen dan konvergen secara seimbang dalam proses pembelajaran sangat penting untuk diwujudkan.
Keseimbangan berpikir divergen dan konvergen mampu mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kemampuan berpikir tingkat tinggi sangat diperlukan untuk menyelesaikan persoalan bangsa dari sisi kebermaknaan dan kebenaran substansial. “Berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking, tidak lain adalah perwujudan dari fungsi divergen dan konvergen dalam proses berpikir” kata Haryanto.
Sementara Guru Besar dalam Bidang Ilmu Manajemen Pemasaran pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prof Dr Tony Wijaya dalam pidatonya berjudul Orientasi Pemasaran Hijau Dalam Mewujudkan Bisnis Yang Berkelanjutan menyoroti orientasi pemasaran hijau. Merupakan pendekatan sekaligus solusi bisnis yang mampu memenuhi tuntutan perubahan lingkungan bisnis secara berkelanjutan. Dengan tetap menjaga eksistensi produsen, konsumen, dan alam.
Pemasaran hijau memiliki peranan penting sebagai jawaban atas upaya menjaga keberlanjutan dari siklus hidup bisnis secara seimbang. Sekaligus mengatasi permasalahan-permasalahan global yang ditimbulkan dari proses produksi-konsumsi. Integrasi konsep hijau dalam aktivitas bisnis dapat membantu perusahaan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya. Serta meningkatkan keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Dengan mengadopsi orientasi pemasaran hijau, entitas bisnis dapat mengurangi biaya operasional jangka panjang. Dan meningkatkan efisiensi bisnis, citra organisasi, serta dapat menciptakan nilai jangka panjang. “Yang bermanfaat baik bagi produsen, konsumen maupun lingkungan” tutup Tony. (cr2/eno) Editor : Editor Content