Kepala BPS DIJ Herum Fajarwati mengungkapkan kegiatan ini merupakan gelaran ketujuh. Berlangsung dalam jangka waktu 10 tahun sekali. Tahun ini setidaknya ada 7 sub sektor yang disensus. Diantaranya sub sektor tanaman pangan, hortikultura, perikanan, peternakan, perkebunan, kehutanan, hingga jasa pertanian.
"Misalnya komoditas apa, karena itu akan menjawab masuk sub sektor apa, aktivitas dilakukannya. Misalnya kalau peternakan jenis apa, kecil dan besar, kemudian jumlah-jumlahnya juga. Kemudian apakah ada bantuan terkait dengan pertanian itu. Jadi kita akan menanyakan banyak hal," jelas Herum ditemui di Kantor BPS DIJ, Jumat (5/5).
Sensus Pertanian juga nantinya akan mendata soal penguasaan lahan pertanian. Didalamnya termasuk data soal jumlah petani gurem di Jogjakarta.
"Kemudian bagaimana penerapan teknologinya. Bagaimana mengakses kredit usaha yang digunakan untuk pertanian. Bagaimana pemanenannya, penggunaan teknologinya. Misalnya ngolah lahan sudah pakai teknologi atau belum dan sebagainya," katanya.
Herum menambahkan Sensus Pertanian ini penting untuk dilakukan. Data yang terkumpul selanjutnya akan menjadi perbandingan perkembangan sektor pertanian di Indonesia dengan kondisi 10 tahun lalu.
Menurutnya, suksesnya Sensus Pertanian 2023 memerlukan peran serta dari masyarakat. Hingga saat ini pihaknya telah menyiapkan petugas yang telah dilatih melalui diklat. Petugas ini nantinya akan terjun ke lapangan sesuai dengan jenis sub sektornya.
"Yang disiapkan adalah jawaban yang benar dan menerima kedatangan petugas kami. Karena nanti petugas kami dengan tanda pengenal dan sebagainya akan menanyakan bagaimana kegiatan pertanian yang diusahakan oleh runah tangga yang akan kami datangi," ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News