Artinya pendapatan selama 10 hari musim libur lebaran belum mencapai 50 persen dari target pendapatan. Selama kurun waktu itu tercatat ada 154 ribu wisatawan yang berkunjung ke delapan destinasi milik pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kebumen Sri Kuntarti mengaku, capaian pendapatan wisata pada libur lebaran meleset jauh dari target. Bahkan capaian tahun ini jauh lebih merosot ketimbang capaian tahun lalu. "Ya, lebaran tahun ini kami memang belum capai target," terangnya, Selasa (2/5).
Dia menilai banyak faktor hingga capaian target belum terpenuhi. Salah satunya persaingan ketat industri pariwisata. Khususnya persaingan antara destinasi plat merah dengan yang dikelola pihak swasta. Kemudian faktor lain adalah musim libur lebaran tahun ini tidak begitu panjang. "Sekarang banyak muncul wisata oleh swasta. Ada juga yang dikelola desa. Saya pikir ini juga pengaruh ke jumlah kunjungan wisata kami," ungkapnya.
Sementara itu, Sub Koordinator Bidang Usaha Jasa Pariwisata Disparbud Kebumen Junaedi menambahkan, dasar penetapan target kunjungan wisata libur lebaran menggunakan acuan tahun sebelumnya. Dia optimis, target yang belum tercapai itu akan ditutup pada momentum liburan hari besar lain. "Untuk capaian lebaran ternyata masih meleset. Minimal tahun ini target kami bisa melebihi tutup buku tahun kemarin. Masih ada kesempatan. Ada liburan hari besar sama gelaran internasional expo," ujarnya.
Junaedi menerangkan, pihaknya terus berbenah guna mendongkrak kunjungan wisata. Utamanya dengan menambah fasilitas di area wisata dengan harapan sebagai magnet pengunjung. "Pemandian Krakal sudah dilengkapi penginapan. Terdekat rencana pembenahan di Pantai Pandan Kuning. Jadi akan kami lengkapi wahana bermain," tuturnya. (fid/pra) Editor : Editor Content