Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pelaku Pariwisata di Jogjakarta Kecele

Editor Content • Kamis, 27 April 2023 | 13:59 WIB
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
 

RADAR JOGJA - Para pelaku pariwisata di Jogjakarta kecele. Pemerintah pusat yang mencabut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), nyatanya tak mampu mengungkit kunjungan wisatawan selama libur Lebaran ini. Bahkan untuk menyamai tahun kemarin pun tidak bisa.

Salah seorang yang merasa kecele adalah Supriyati. Ketua Paguyuban Pedagang Teras Malioboro (TM) 2 ini mengaku sempat cari pinjaman untuk modal jualan. Sebab dalam benaknya, musim liburan akan panen rezeki. Tapi omzetnya bahkan tak sampai menyentuh separo capaian di tahun lalu. "Jadi kecele banget,” ungkapnya kepada Radar Jogja kemarin (26/4).

Supriyati menduga, turunnya pendapatan pedagang di TM 2 diakibatkan oleh toko-toko di Malioboro yang berganti komoditas. Pengelola toko, ikut menjual dagangan yang sama dengan pedagang di TM 2. “Banyak toko yang dagangannya tidak sesuai dengan izin. Beralih ke dagangan sama dengan kami,” bebernya.

Terpisah, pedagang di Teras Malioboro (TM) 1 Mujiono pun mengaku penjualannya landai. Memang pendapatannya membaik setelah paceklik selama puasa. “Sebelum Lebaran, saat puasa sangat minim. Malah bisa dikatakan 50 persen lebih tutup. Enggak buka pas puasa, karena kami sekmen pasarnya wisatawan. Kalau bicara dua hari Lebaran ini, ada peningkatan sedikit,” sebutnya.

Namun jika dibandingkan dengan tahun lalu, Mujiono merasa penjualannya tahun ini menurun. Lantaran tahun kemarin bisa mengumpulkan sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. Tapi tahun ini, penghasilan maksimalnya hanya Rp 2 juta.

“Omzet Lebaran nggak bisa dipukul rata. Karena wisatawan masih belum banyak, belum merata ke semua lapak. Jadi titik tertentu saja laku. Beberapa titik di samping dan belakang itu masih minim. Belum signifikan peningkatannya,” keluhnya.

Kepala Bagian Humas dan Promosi Gembiraloka (GL) Zoo Fahmi Ramadhan juga membeberkan, puncak kunjungan di GL Zoo mencapai 13 ribu wisatawan pada tahun 2022. Tahun ini ia memprediksikan jumlah kunjungan naik sekitar 5-10 persen. Tapi faktanya, justru jumlah kunjungan yang merosot.

Fahmi menyebut, puncak kunjungan di GL Zoo terjadi pada tanggal 24 dan 25 April 2023. “Sampai saat ini (periode Lebaran 2023, Red) tertinggi hanya 9 ribuan pengunjung,” ungkapnya.

Fahmi cukup menyesalkan merosotnya kunjungan. Sebab pihaknya telah melakukan rangkaian persiapan menyambut musim libur Lebaran 2023. Mengingat pula, pemerintah pusat telah mencabut PPKM. "Banyak pilihan wisata di Jogja (jadi wisatawan tidak hanya fokus di obwis utama, Red)," jelasnya.

Senada, Kepala Seksi (Kasi) Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul Markus Purnomo Adi mencatat turunnya kunjungan wisata di Bumi Projotamansari. Sampai H+5 Lebaran, hanya tercatat 104.446 kunjungan. Jauh jika dibandingkan dengan periode tahun 2022 yang mencapai 243.559 kunjungan. “Saya mendapat informasi dari Gunungkidul dan Kulonprogo sama semua turun,” bebernya.

Ipung, sapaan akrabnya, mengatakan jumlah rata-rata kunjungan di Bantul yang hanya berkisar 20 ribu wisatawan per hari. Padahal tahun kemarin rata-ratanya mencapai 34 ribu wisatawan. "Mungkin terpengaruh cuti setelah Lebaran yang pendek," tandasnya. (fat/laz) Editor : Editor Content
#PPKM #Jogjakarta