Kepala Dinas Kebudayaan DIJ Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, kegiatan bukan hanya menjadi ajang silaturahmi. Namun juga sebuah upaya pengembangan kebudayaan DIJ dan bagian dari solidaritas.
"Yang spesial, kami bersama komunitas, bagian dari solidaritas, satu rasa karsa seluruh 5 kabupaten kota. Bahasa mereka sodakoh tari, didedikasikan dari Jogja menyapa dunia," jelasnya kemarin (26/4).
Masing-masing kabupaten dan kota akan melakukan pertunjukan. Menariknya, akan ada international performance yang melibatkan sejumlah seniman tari dari luar negeri. Mulai dari Jepang, Ekuador, hingga Jerman.
Secara prinsip menurutnya kegiatan dapat dijadikan agenda tahunan. Dan berpotensi dapat dimasukan ke dalam calender of event jika memang dilakukan rutin.
Ke depan, dijelaskan akan jadi brand satu aktivitas event memperingati hari tari dunia. "Kami juga mengundang seniman senior seni tari seperti Bimo Wiwohatmo dan Didik Nini Towok," imbuhnya.
Sementara itu Ketua Panitia Acun Kuncoro Dewo mengatakan, kegiatan sudah diselenggarakan sejak 2021 di Kota Jogja. Kemudian pada 2022 dilaksanakan di Bantul. Kegiatan bergilir, sasar lima kabupaten dan kota se-DIJ.
"Ini Joged yang ketiga. Kearifan lokal menjadi tema yang diangkat dengan menyuguhkan salah satu kesenian rakyat Kulonprogo yang dikemas menjadi Joged Angguk," jelasnya. (lan/bah)
Editor : Editor Content