Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sanggul Hijab, Inovasi Baru untuk Perempuan Berhijab

Editor Content • Selasa, 25 April 2023 | 14:12 WIB
Kanjeng Raden Nganten (KRNgt ) T Ayu Purwowijoyo sedang mempraktekkan pemakaian Sanggul Hijab.(RIZKY WAHYU/RADAR JOGJA)
Kanjeng Raden Nganten (KRNgt ) T Ayu Purwowijoyo sedang mempraktekkan pemakaian Sanggul Hijab.(RIZKY WAHYU/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Sanggul dikenal sebagai gaya rambut tradisional yang sudah ada sejak nenek moyang dan masih populer hingga saat ini. Selain di Jawa ,Sanggul ternyata juga ditemukan di berbagai daerah lain dalam berbagai macam bentuk dan ukuran, dari yang sederhana hingga yang rumit serta mewah.

Pada umumnya, Sanggul terbuat dari rambut yang diikat dan diletakkan di bagian atas kepala atau di bagian belakang kepala. Tatanan rambut tersebut biasanya melengkapi gaya busana berkebaya sehingga pemakainya terlihat sangat feminin dan anggun saat digunakan.

Namun, bagi kaum perempuan yang muslimah dan dituntut untuk selalu mengenakan hijab, sebagian besar menemui kesulitan ketika harus mengenakan sanggul tersebut.

Padahal, di sejumlah Pemerintah Daerah ada yang mewajibkan kaum wanita untuk mengenakan pakaian tradisional pada hari-hari tertentu termasuk tuntutan untuk berkebaya dan bersanggul.

Berangkat dari masalah tersebut Ketua II Tiara Kusuma DIJ Kanjeng Raden Nganten (KRNgt ) T Ayu Purwowijoyo terinspirasi untuk menciptakan inovasi bagi para perempuan yang dirasa mempunyai permasalahan dalam bersanggul. Untuk itu, Ayu menciptakan tatanan baru ini untuk sanggul yang khusus digunakan bagi wanita berhijab, sehingga mereka dapat tampil anggun dan feminin tanpa meninggalkan syariat agamanya serta tetap cantik dengan nuansa tradisisonalnya.

“Gaya sanggul ini bisa dipakai dalam berbagai suasana, misalnya menghadiri kondangan, pernikahan atau dipakai dalam kegiatan informal yang mengharuskan para wanita untuk mengenakan sanggul. “ ujar Ayu kepada Radar Jogja di Museum Benteng Vredeburg Jogyakarta.

Wanita bertubuh kurus yang sangat anggun ini menjelaskan bahwa, gaya bersanggul yang digagasnya ini dilakukan tanpa menyambung rambut asli dan tidak perlu melakukan sasak rambut. Penataannya juga sangat praktis dan mudah, dengan bahan-bahan yang murah dan mudah didapatkan untuk masyarakat.

Terhadap Inovasi tersebut, Ayu mengatakan jika ia sudah konsultasi dengan pihak Keraton Jogjakarta dan sudah diterima. Bahkan, sejumlah pihak di Keraton juga menyarankan agar inovasi ini dipatenkan supaya tidak ditiru oleh pihak lain.

Namun, Ayu telah bertekad dalam hati untuk mewakafkan inovasi ini sehingga siapapun boleh untuk meniru gagasannya tersebut. “Siapapun yang ingin memakainya, silahkan saja. Jika ingin belajar nanti akan saya ajari sampai bisa. “ ujar Ayu.

Ditambah lagi Ayu juga meyakini bahwa sanggul hijab ini nantinya dapat menjadi solusi bagi para perias pengantin. Oleh karena itu, di masa yang akan datang pihaknya sedang memikirkan untuk membuat Sanggul Hijab siap pakai sehingga para perias pengantin tidak terlalu repot untuk mengerjakannya. (cr2/bah)

  Editor : Editor Content
#Sanggul Hijab