Takmir Masjid Gedhe Kauman Jogjakarta Azman Latif menuturkan penyelenggaraan Salat Ied mengacu pada perhitungan hisab Muhammadiyah. Menyatakan bahwa 1 Syawal 1444 H jatuh pada 21 April 2023. Sehingga sepakat untuk melaksanakan Salat Ied pada hari Jumat.
“Kami memang menghendaki selenggarakan hari ini, Jumat 21 April karena keyakinan kami hari ini 1 Syawal dan bukan bulan Ramadan lagi. Tentu saja ini penentuannya berdasarkan hisab yang diyakini Muhammadiyah,” jelasnya ditemui usai Salat Ied, Jumat (21/4).
Masjid Gedhe Kauman, lanjutnya, hanya menyelenggarakan Salat Ied sekali. Ini sesuai aspirasi dari jamaah masjid. Selain itu juga meyakini bahwa 1 Syawal 1444 H jatuh hari ini.
Azman menuturkan beberapa negara Islam lainnya juga menyelenggarakan Idul Fitri hari ini. Walau begitu adapula yang berlangsung Sabtu (22/4). Menurutnya, ini tidaklah masalah karena semuanya tetap hari kemenangan.
“Saya kira memang ini semua itu keyakinan dan keyakinan tidak bisa diatur-atur. Kalau ada yang Idul Fitri besok pagi tidak masalah. Kita yakini semua memiliki dalil yang saih yang Idul Fitri hari ini dan besok benar, tinggal meyakini hari ini atau besok pagi itu saja,” katanya.
Azman menuturkan pihaknya telah mengantisipasi membludaknya jamaah Salat Ied. Sehingga panitia telah menyiapkan hingga kawasan Alun-Alun Utara. Ini untuk menampung para jamaah dari luar Kauman.
Dia juga menuturkan tak ada pembatasan jumlah jamaah. Sehingga jamaah dari luar Kampung Kauman bisa ikut beribadah. Berbeda dengan Salat Ied beberapa waktu sebelumnya dengan pembatasan aturan Pandemi Covid-19.
"Jadi memang tidak ada lagi pembatasan siapapun boleh hadir. Sudah dipersiapkan saf sampai seputaran Alun - Alun Utara," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News