Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tingkatkan Minat Generasi Muda terhadap Astronomi

Editor Content • Jumat, 21 April 2023 | 18:00 WIB
IKUT JADI SASARAN: Kafe Legian yang berada di pojok depan gedung DPRD DIJ terbakar menyusul kerusuhan kemarin.( YUWANTORO WINDUAJIE/RADAR JOGJA )
IKUT JADI SASARAN: Kafe Legian yang berada di pojok depan gedung DPRD DIJ terbakar menyusul kerusuhan kemarin.( YUWANTORO WINDUAJIE/RADAR JOGJA )
RADAR JOGJA - Ratusan orang menyaksikan fenomena gerhana matahari di Taman Pintar Jogja kemarin (20/4). Sejumlah teleskop dan peralatan untuk melihat gerhana disediakan dan dapat diakses secara umum di area Playground Taman Pintar."Memang sengaja ke Jogja ke Taman Pintar karena pasti hal-hal begini ada aja acara di sini. Pasti disediakan alat melihat," ujar Roy warga Solo.

Berbeda dengan Roy, Marlina warga Kota Jogja datang ke Taman Pintar bersama dengan dua anaknya. Dia sengaja datang untuk upaya edukasi. "Buat edukasi anak-anak. Biar mereka paham fenomena langit, gerhana. Lagian ini ada alat jadi enak melihatnya gantian dan jelas," ujarnya.

Gerhana yang terjadi di Ramadan ini merupakan tipe Gerhana Matahari Hibrida (GMH). Yaitu tipe gerhana yang merupakan gabungan dari Gerhana Matahari Total (GMT) dan Gerhana Matahari Cincin (GMC)."Dengan satu tempat hanya bisa menyaksikan satu jenis gerhana," ujar Analis Rencana Program dan Kegiatan Taman Pintar Jogja, Lukman.

Indonesia hanya mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan GMT yakni Indonesia bagian Timur melewati Provinsi Maluku, Provinsi Papua Barat, dan Provinsi Papua. Sedangkan beberapa daerah lain hanya dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian (GMS).

Gerhana Matahari Sebagian di Jogja mulai terjadi pada pukul 09.26 WIB, mencapai puncaknya pukul 10.48 WIB. Dan selesai pada 12.16 WIB."Jogja menjadi ibu kota provinsi yang paling awal memulai GMS. Sedangkan Medan akan menjadi ibu kota provinsi yang paling awal mengakhiri GMS," ujarnya.

Untuk menyaksikan fenomena alam yang langka ini, Taman Pintar bekerjasama dengan komunitas astronomi Penjelajah Langit. Melalui kegiatan 'Jogja Melihat Gerhana' disediakan sejumlah teleskop dan peralatan untuk melihat gerhana.

Pengamatan gerhana matahari membutuhkan pendampingan dan alat khusus. Sehingga warga didampingi relawan dari komunitas dan Taman Pintar Jogja. Lukman berharap kegiatan dapat meningkatkan minat generasi muda terhadap pengembangan sains, khususnya di bidang astronomi. "Masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai bentuk edukasi tentang fenomena alam sebagai bagian dari literasi sains," ujarnya. (lan/din) Editor : Editor Content
#gerhana matahari