Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Jogja Harry Purwanto menjelaskan puncak kepadatan lalu lintas diperkirakan terjadi pada hari ketiga usai lebaran. Destinasi yang juga masih menjadi favorit adalah Malioboro. Padahal ruas jalan Malioboro hanya memiliki panjang 1,2 kilometer.
Menurutnya, ruas jalan sepanjang itu tak akan mampu menampung ratusan ribu kendaraan. Untuk itu, pihaknya bersama pihak kepolisian menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas di Malioboro.
"Pertama, untuk dari mulai tanggal 19 April atau H-3 sampai H+5 untuk car free night kami hapuskan untk menambah kapasitas jalan," jelas Harry saat jumpa pers di Balai Kota Jogja, Jumat (14/4).
Skenario lain adalah sistem buka tutup jalan. Utamanya tiga ruas jalan utama yang mengarah menuju ke Malioboro. Seperti dari arah Tugu, Kleringan, dan Jalan Mataram.
Sistem buka tutup jalan ini tetap mengarahkan pengguna jalan untuk menuju ke Malioboro. Hanya saja dengan melewati ruas Jalan Mataram.
"Tapi itu tidak permanen. Manakala sudah turun, kami buka lagi. Kalau itu belum bisa (mengurai kemacetan) kami lebarkan di ring dua. Simpang Wirobrajan, Tugu, Pingit, itu juga kami buat sistem buka tutup," katanya.
Apabila skenario ini tetap menimbulkan kemacetan maka arah selatan Gardu Anim akan ditutup. Lalu lintas kemudian dialirkan ke arah Kridosono. Adapun jika terjadi antrian dari Kridosono menuju ke arah Malioboro, maka penutupan jalan akan dilakukan di Cafe Legend.
"Jika Kridosono macet akan dilakukan penutupan arus masuk ke Jalan Margo Utomo di Simpang Tugu," ujarnya.
Dishub Kota Jogja juga melakukan pemetaan terhadap ruas-ruas jalan yang rawan kemacetan. Total ada 15 titik yang berpotensi macet sebelum hari H lebaran. Beberapa diantaranya adalah Jalan Diponegoro, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Terban, Jalan Urip Sumoharjo, dan beberapa jalan lainnya.
“Sedangkan setelah lebaran ada 18 titik kemacetan. Seperti di Jalan Taman Siswa, Jalan Sultan Agung, Jalan Pierre Tendean, Jalan Kusumanegara, dan beberapa jalan lainnya," katanya. (isa/dwi) Editor : Editor News