Kepala MTs Negeri 1 Kebumen Fitriyana Ainun mengatakan, peserta pelatihan merupakan siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik serta para aktivis madrasah. Kegiatan digelar dengan menitikberatkan pendalaman tentang dunia jurnalistik. "Seperti gayung bersambut ya. Kami sangat intens dalam hal literasi, kebetulan ada kerja sama pelatihan jurnalistik," katanya, (13/4).
Pelatihan yang diikuti 60 siswa itu masuk dalam rangkaian kegiatan madrasah di bulan suci Ramadan. Para peserta digembleng selama tiga jam untuk mengenal lebih jauh terkait kerja-kerja wartawan. Pasca kegiatan ini peserta diharapkan mampu melahirkan karya jurnalistik. Baik kaitannya dengan sekolah maupun di luar sekolah. "Program kami di bulan puasa ini termasuk padat ya. Pentas kreativitas siswa ikut masuk agenda," ungkapnya.
Ainun menjelaskan, begitu pentingnya siswa dibekali ilmu tentang tulis menulis. Terlebih kini sudah memasuki era digital. Karena itu, siswa harus mampu menjawab tantangan tersebut. Peserta juga diharapkan bisa menjadi bagian penting dalam memfilter derasnya arus informasi yang berkembang. "Saya lihat anak-anak semangat. Hari ini adalah kesempatan jarang. Banyak hal yang bisa dipetik dari Tadarus Jurnalistik," bebernya.
Selain mengenalkan wartawan sebagai pilihan profesi, pelatihan digelar untuk menambah pemahaman siswa mengenai literasi digital. Tujuannya agar siswa dapat bijak dalam memilah informasi dan membedakannya berita bohong atau hoaks.
Pada sesi pelatihan tersebut, siswa kelas VII dan VIII dituntut tidak hanya menjadi pendengar. Nmun juga terlibat dalam komunikasi dua arah. Para siswa tampak begitu aktif melontarkan pertanyaan dari materi yang disampaikan narasumber. Selain itu, mereka diberi kesempatan untuk praktik wawancara singkat serta mengidentifikasi kaidah dasar jurnalistik. "Kalau yang ikut ekstra jurnalistik sudah sering buat berita. Tapi ini pengalaman baru bisa dengar materi langsung dari wartawan," kata Fani, siswa kelas VIII. (fid/eno) Editor : Editor Content