Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BBPOM DIJ Sidak Pasar Modern, Temukan Kurma Kondisi Terbuka

Editor News • Jumat, 14 April 2023 | 04:29 WIB
SIDAK : Pemantauan keamanan pangan yang dilakukan BBPOM DIJ bersama instansi terkait di Indogrosir Jalan Magelang, Sinduadi, Sleman, Kamis (13/4). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
SIDAK : Pemantauan keamanan pangan yang dilakukan BBPOM DIJ bersama instansi terkait di Indogrosir Jalan Magelang, Sinduadi, Sleman, Kamis (13/4). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Upaya pemantauan keamanan pangan kembali dilakukan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIJ bersama Dinas Kesehatan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Tak hanya sidak di pasar Ramadan dan pasar tradisional, pasar modern juga turut menjadi sasaran. Seperti pemantauan yang digelar BBPOM DIJ di pasar modern Indogrosir Jalan Magelang, Sinduadi, Sleman, Kamis (13/4)

Kepala BBPOM DIJ Trikoranti Mustikawati menyebut setidaknya ada 16 sampel makanan kemasan yang diuji. Selain makanan kemasan, ada juga beberapa sampel yang diambil untuk dilakukan uji cepat seperti kolang-kaling, kerupuk, makanan basah, dan kue. Hasilnya sebagian besar sampel aman.

Trikoranti juga menyoroti higienitas produk kurma di Indogrosir. Menurutnya, kurma tak seharusnya dibiarkan terbuka.

Pelaksanaan pengawasan juga menyasar di sarana distribusi lainnya di wilayah Jogjakarta. Beberapa temuan produk pangan olahan antara lain kemasan yang rusak, belum ada izin edar, hingga produk kedaluarsa.

"Mungkin cara penyimpanan misalkan dalam bentuk curah seperti kurma supaya tetap memperhatikan higienitas sanitasi supaya tidak ada lalat nempel," jelas Trikoranti ditemui di Indogrosir Jalan Magelang, Sinduadi, Sleman, Kamis (13/4).

Trikoranti mengungkapkan pemantauan semacam ini gencar dilakukan beberapa waktu terakhir. Ini untuk memastikan kemanan pangan yang beredar di tengah masyarakat.

Dia mengimbau, masyarakat untuk senantiasa menerapkan Cek KLIK. Meliputi kemasan, label, izin edar, serta kadaluarsa.

"Keamanan pangan sebenarnya bukan hanya milik pemerintah saja, tetapi masyarakat juga harus peduli. Kami berharap masyarakat cerdas memilih obat dan makanan yang aman. Sehingga pada saat momen hari raya jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman Mae Rusmi Suryaningsih mengungkapkan keamanan pangan turut menjadi perhatiannya. Dia tak memungkiri, makanan dengan kemasan yang rusak kerap ditemui di pasar tradisional. Menurutnya ini bisa terjadi lantaran keterbatasan lahan.

"Kalau di pasar tradisional karena tempatnya sempit maka ada beberapa barang yang mungkin penyimpanannya kurang bagus sehingga kalengnya penyok dan sebagainya. Kemudian yang kemasan plastik ada yang bocor-bocor ini sudah kami minta untuk tidak dijual kembali kepada konsumen," ujar Mae.

Dia menambahkan beberapa jenis makanan olahan kering seperti cumi kering dan teri nasi patut dicurigai. Ini karena ada beberapa oknum yang menambahkan formalin sebagai pengawet.

"Harus dihindaru kalau awet, tidak ada lalat, atau kemudian baunya mencurigakan. Itu masyarakat harapannya juga bisa melaporkan atau tidak membeli," imbaunya. (isa/dwi) Editor : Editor News
#Sidak BBPOM #BBPOM DIJ #sidak lebaran #bahan pangan