Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Adaptasi Relief di Candi Sojiwan, Tampilkan 300 Karya

Editor Content • Selasa, 11 April 2023 | 13:30 WIB
PERANTARA RINDU: Pameran keramik Dona Prawita Arrisuta bertema Adaptasi Relief Candi Sojiwan Jadi Perantara Rasa Rindu pada Anak di BBY.(BBY untuk Radar Jogja)
PERANTARA RINDU: Pameran keramik Dona Prawita Arrisuta bertema Adaptasi Relief Candi Sojiwan Jadi Perantara Rasa Rindu pada Anak di BBY.(BBY untuk Radar Jogja)
 

RADAR JOGJA - Seniman yang juga pengajar Dona Prawita Arissuta sedang menggelar pameran tunggal keramik di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY). Pameran 5-11 April 2023 ini sekaligus untuk unjuk disertasi S3-nya berjudul Adaptasi Kisah Relief Candi Sojiwan dalam Media Keramik Benda Keseharian.

FAHMI FAHRIZA, Jogja, Radar Jogja

"Pameran ini menjadi tugas disertasi saya untuk mendapatkan gelar S3. Ya, pada saat pameran ini digelar secara ofisial saya sudah selesai menempuh pendidikan doktoral saya," jelas Dona kepada Radar Jogja, Sabtu (8/3).

Ia sendiri menempuh pendidikan S1 Seni Rupa Jurusan Keramik di Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta, S2 di Universitas Sanata Dharma (USD) Jogjakarta Jurusan Culture Studies. Kemudian untuk S3 Penciptaan Seni kembali di ISI Jogjakarta.

Dalam pameran keramik ini, Dona menampilkan 300 karya yang dibagi menjadi 14 kategori segmen. Mulai gelas dan piring, cermin, talenan hingga nampan dan wadah penyimpanan makanan beragam variasi dan ukuran.

Ide pameran keramik mengadaptasi relief yang ada di Candi Sojiwan. "Motif di keramik ini adalah beberapa relief yang referensinya saya ambil dari Candi Sojiwan. Motifnya bervariasi, mulai hewan, tumbuhan hingga objek lain yang realis," ujarnya.

Namun, lanjut Donna, semua karyanya itu punya konektivitas. Ia harapkan bisa dekat dengan anak-anak. "Karena ini juga medium saya menuangkan rasa rindu ke anak saya yang terpisah jarak. Anak-anak saya saat ini ada di Lombok," ungkapnya.

Dona adalah dosen di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS. Ia sudah mengajar sejak 2012 silam. Dalam pameran keramik yang dibuatnya, Dona membutuhkan beberapa tahun dalam proses pencarian metode dan bahan baku yang ideal untuk pembuatan keramik.

Ia mengakui prosesnya cukup panjang. Mulai riset di Candi Sojiwan, lalu mencari medium tanah yang cocok hingga proses pembuatannya sendiri. Tanah yang dipakai dalam pameran keramik berasal dari Gunungkidul, sebuah daerah yang memang memproduksi keramik dan gerabah. "Kualitasnya memang bagus dan sudah teruji," tandasnya. (laz) Editor : Editor Content
#Dona Prawita Arissuta #Jogja