Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Relatif Murah, Kini Banyak Inovasi Layanan

Editor Content • Senin, 10 April 2023 | 14:00 WIB
Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa koper berisi barang bukti menuju ke ruang kerja wali kota Jogja usai menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, di Balaikota Jogja, (7/6). (ELANG KHARI
Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa koper berisi barang bukti menuju ke ruang kerja wali kota Jogja usai menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, di Balaikota Jogja, (7/6). (ELANG KHARI
RADAR JOGJA - Mendekati Idul Fitri 1444 H, banyak orang yang mulai mempersiapkan diri untuk melakukan mudik. Baik mereka yang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Salah satu moda transportasi umum yang masih diminati masyarakat adalah dengan naik bus.

Ketua Departemen Filsafat dan Sosiologi Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Ariefa Efianingrum menyebut, bus masih jadi salah satu opsi orang-orang untuk mudik. Apalagi jika perbandingannya dengan transportasi umum lain seperti kereta api atau pesawat.

"Ini karena bis lebih terjangkau secara harga. Bahkan ada juga kan fasilitas mudik gratis dengan bus yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," jelasnya kepada Radar Jogja, Sabtu (8/4).

Selain mengajar di UNY, Ariefa juga tergabung sebagai anggota Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) Jogjakarta. Anggota ISI sendiri mayoritas para kademisi dengan salah satu kegiatan adalah pembahasan dan penelitian mengenai fenomena-fenomena sosial.

Ariefa membeberkan, dirinya juga pernah mengalami mudik menggunakan armada bus. Yakni dulu saat mudik ke Ngawi, ke rumah suami. Belakangan selalu naik mobil karena sekaligus dengan anak-anak.

"Dan pas sampai di lokasi mudik, juga lebih fleksibel untuk mobilitas ke mana-mana. Tapi kan juga bus zaman dulu dengan sekarang berbeda. Saat ini sudah banyak inovasi dan peningkatan yang baik dilakukan," ujarnya.
Armada bus sendiri diketahui juga telah berupaya selalu meningkatkan fasilitas maupun pelayanan. Salah satu inovasi yang paling baru adalah adanya bus double decker.

Diakui Ariefa, segenap pihak mulai dinas terkait maupun koordinator perjalanan transportasi, perlu memperhatikan lebih lanjut terkait keamanan sopir maupun kondisi armada bus yang akan beroperasi. Penting sekali dilakukan pemantauan dan kroscek pada sopir dan kondisi busnya.
"Sopir harus kondisi sehat dan siap mengemudi. Begitu juga dengan busnya. Misal ada peraturan terkait kualitas rangka dan mesin bus seperti apa yang boleh beroperasi, karena itu juga berkaitan dengan keselamatan dan kepercayaan penumpang," tandasnya. (cr1/laz) Editor : Editor Content
#UNY