Bagi Rizqi, Idul Fitri merupakan perayaan suci yang wujudnya kebersamaan. Lantaran seluruh keluarga menyempatkan diri untuk dapat berkumpul. Maka pakaian yang tampak seragam, sekaligus jadi penanda hadirnya kebersamaan keluarga.
“Family set, kalau Lebaran baju kembaran. Bagus, karena (momentum Lebaran, Red) setahun sekali,” ujarnya pada Radar Jogja kemarin (7/4).
Sebagai family set, perempuan 27 tahun ini memilih untuk menerapkan baju keluarga dengan warna senada. Sebab dia ingin dalam momen Lebaran, keluarganya pun terlihat kompak. “Kalau terlihat kompak, di foto itu bagus untuk kenang-kenangan,” ucapnya.
Rizqi mengaku lebih suka menyelaraskan warna pakaian sebagai family set. Bukan tanpa alasan, sebab dia ingin yang terbaik bagi putri semata wayangnya, Najwa Veda Syafei. Putrinya masih berusia 2,5 tahun. Sehingga membutuhkan pakaian yang nyaman agar momen Idul Fitri jadi kenangan membahagiakan bagi Najwa. “Pemilihan memang menyesuaikan anak, karena susah cari baju anak,” sela suami Rizqi, Ahmad Syafei.
Bila Najwa merasa nyaman serta menyukai suatu pakaian, barulah Syafei dan Rizqi menyesuaikan. Suami istri yang merupakan lulusan Sastra Inggris ini pun mengaku mudah mencari padanan. Kendati warnanya tidak 100 persen sama. “Lebih baik memang mencari baju dengan warna senada,” ucap pria 33 tahun itu.
Syafei juga dapat berhemat dengan cara ini. Di samping sukarnya mencari bahan pakaian yang sesuai dengan kebutuhan sang buah hati. Sebab biaya menjahit pakaian, cenderung lebih mahal. Jika dibandingkan dengan membeli baju jadi untuk Najwa.
“Selain itu kalau custom, pesan atau jahit, jelang puasa pasti sudah full tukang jahitnya,” lontar pria asli Kalimantan ini.
Oleh sebab itu, family set yang ditempah khusus, dirasa Syafei kurang efisien. Mengingat pula Najwa terus bertumbuh. Sehingga pakaian tidak akan lama dipakai. Sementara bahan pakaian tidak tersedia selamanya. “Sayang kalau hanya bisa dipakai betul-betul setahun sekali. Jadi mending pakai warna senada,” tandasnya. (fat/eno) Editor : Editor Content