"Rata-rata sebagian besar ke Jakarta. Tapi ada 2 yang kami siapkan. Satu ke Bandung, satu lagi ke Malang," jelasnya saat ditemui di Stasiun Tugu Jogjakarta, Kamis (6/4).
Agus memproyeksikan jumlah penumpang naik 43 persen jika dibanding dengan tahun lalu. Puncak kedatangan mudik diperkirakan akan terjadi pada H-2 lebaran. Sementara puncak arus balik pada H+8 lebaran.
"Kami melihat situasi perkembangan tiketing mudik dari Jogjakarta ke Jakarta. Polanya masih di angka 40 persen. Tp untuk arus balik mulai H+2 sudah di atas 80 persen. Terus kami pantau perkembangannya," katanya.
Beberapa persiapan telah dilakukan. Misalnya, ramp check safety, standar pelayanan stasiun, dan pengecekan sarana yang akan dilakukan.
"Kepada masyarakat yang mau memanfaatkan arus mudik untuk perjalanan ke arah Jakarta, Bandung atau ke arah barat masih cukup tersedia. Bisa dijadikan alternatif untuk menggunakan kereta api," ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News