Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Keamanan dan Kenyamanan Jadi Fakfor Utama

Editor Content • Senin, 3 April 2023 | 18:50 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Banyak aspek yang harus diperhatikan dan terlibat dalam menyambut 5,9 juta pemudik dan wisatawan ke DIJ saat liburan Lebaran nanti. Ini karena mereka menggunakan berbagai moda transportasi seperti kereta api, pesawat hingga kendaraan pribadi.

Peneliti masalah transportasi yang juga Sekretaris Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM Dr Ir Dewanti MS mengatakan, keamanan dan kenyamanan pemudik dan wisatawan menjadi salah satu prioritas yang harus dipikirkan. Misalnya untuk penumpang yang turun di YIA, maka perlu dipikirkan keselamatan perjalanan dari bandara di Kulonprogo itu saat menuju Jogja.

"Karena nanti kepadatan lalu lintas semakin meningkat. Kemudian juga jika dari pihak kereta api mampu menambah layanan kereta api di bandara, karena kemungkinan akan ada tambahan frekuensi penerbangan," ujar Dewanti.
Untuk di kereta api, tentu antisipasi sudah harus mulai dilakukan oleh PT KAI seperti menambah tempat duduk atau mungkin menambah layanan keretanya. "Karena kemungkinan kemacetan juga akan muncul di sekitaran stasiun," kata Dewanti.

Perihal kemacetan ini, ia mengatakan harus ada managemen lalu lintas dari dinas perhubungan yang dibantu petugas kepolisian. Apalagi kemungkinan nantinya tidak sedikit masyarakat yang menggunakan sepeda motor, kendati pemerintah sudah mengimbau para pemudik dan wisatawan tidak menggunakan sepeda motor.

Oleh karena itu, perlu peran rest area dan titik-titik SPBU untuk istirahat para pengguna jalan. Demikian pula perlu adanya peningkatan pelayanan yang baik dari segi kesehatan.

Tidak hanya itu saja, Dewanti mengatakan juga harus memperhatikan pintu masuk tol atau exit tol karena pasti bakal ada penumpukan. Soal ini juga harus diperhatikan bagaimana sitem pengaturannya.

"Sudah diuji coba kemarin kan, ada pemberlakuan one way. Itu untuk mengurangi beban arus di jalan tol. Jadi hanya satu arah. Atau juga yang contraflow juga bisa diterapkan," terangnya.

Secara umum jika melihat model pengaturan seperti itu, perlu diinformasikan sebelumnya. Sehingga ketika diberlakukan jalan satu arah misalnya, para pengguna jalan bisa siap. Demikian pula soal pengaturan contraflow.

"Jadi informasi itu harus ada sebelumnya atau jangka yang agak lama. Misal harus ada web yang bisa digunakan oleh pengemudi untuk melihat informasi terkait lalu lintas itu,"tambahnya.

Kemudian yang juga harus diperhatikan terkait masalah cuaca. Ini mengingat sekarang cuaca sering tidak menentu, sehingga harus diwapadai. Tidak hanya dalam aspek kesehatan, tapi juga adanya kemungkinan terjadi banjir dan longsor.

"Ini untuk para wisatawan khususnya, karena wisata-wisata di Jogja yang memiliki bukit, juga harus hati-hati. Berpotensi untuk rawan longsor dan itu juga harus diperhatikan," jelasnya.

Untuk keselamatan lalu lintas juga harus diperhatikan. Jangan hanya menggantungkan pihak kepolisian. Harus ada peran dari masyarakat dalam memberikan kelancaran dan kenyamanan kepada para pemudik dan wisatawan.
Dewanti menambahkan, ada jalur alternatif yang perlu diperhatikan. Tidak ada salahnya peta jalur alternatif disiapkan. Namun demikian harus melihat tingkat kekerasan jalan, dan jangan hanya memberikan alternatif tapi tidak memperhatikan jalannya.

"Kesinambungan rambu petunjuknya juga harus diperhatikan. Keamananya seperti lampu, pihak kepolisian dan juga warga harus terlibat untuk menanggulangi kekerasan jalanan," tandasnya.

Selain itu, logistik seperti kendaraan berat seharusnya sudah dilarang ketika mendekati hari H Lebaran. Masalah lain dari aspek kesehatan seperti ramah sakit, PMI, ambulans juga harus disiapkan di beberapa titik. (cr2/laz) Editor : Editor Content
#liburan lebaran