Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Antisipasi Dampak Siklon, Optimalkan Edukasi Pemandu Wisata

Editor News • Jumat, 31 Maret 2023 | 20:54 WIB
SOSOK : Kepala Pelaksana BPBD DIJ Biwara Yuswantana saat ditemui di Kantor BLKK DIJ, Jumat (31/3). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
SOSOK : Kepala Pelaksana BPBD DIJ Biwara Yuswantana saat ditemui di Kantor BLKK DIJ, Jumat (31/3). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Kepala Pelaksana BPBD DIJ Biwara Yuswantana pastikan antisipasi Siklon Tropis Herman telah berjalan. Langkah utama adalah mitigasi oleh setiap wilayah. Terutama untuk mengoptimalkan potensi kebencanaan masing-masing.

Walau begitu Biwara mengakui tak mudah untuk mendeteksi lokasi bencana kedepannya. Sehingga peran utama adalah dengan mengantisipasi dengan mitigasi bencana. Termasuk memetakan daerah-daerah yang kerap terdampak bencana hidrometeorologi. 

“Saya kira memang angin kencang, cuaca ekstrem akan mengarah kemana tidak tahu, tapi dari rekam sejarah ada beberapa tempat yang tertimpa cuaca ekstrem, oleh karena itu pengurangan resiko di daerah itu yang punya pengalaman saya kira menjadi penting,” jelasnya ditemui di Kantor BLKK DIJ, Jumat (31/3).

Langkah antisipasi juga akan mengarah destinasi wisata. Terbaru adanya penandatanganan kesepakatan antara BNPB dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Fokusnya adalah manajemen resiko bencana.

Kerjasama ini guna memastikan keamanan setiap destinasi wisata. Terutama yang bersinggungan langsung dengan alam. Salah satunya antisipasi jika terjadi bencana alam sewaktu-waktu.

“Destinasi aman bencana ada beberapa komponen dan kajian potensi bahaya. Daerah perbukitan itu longsor, lalu pantai kemungkinan abrasi atau tsunami,” katanya.

Untuk tahapan lokal, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemandu wisata. Perannya adalah memberikan edukasi bencana kepada wisatawan. Terutama terkait destinasi yang menjadi lokasi paket kunjungan. 

Biwara menginginkan para pemandu wisata memiliki pengetahuan tentang mitigasi bencana. Sehingga dapat berperan atas keselamatan para wisatawan. Informasi tetang potensi bencana bisa diberikan saat perjalanan menuju destinasi wisata. 

“Paling pasti kita edukasi kepada pengelola tour guide dan obyek terutama pramu wisata yang mengantarkan, tidak hanya menjelaskan objek tapi breafing resik. Ini lho pantai selatan ada palung dan daerah yang perlu dihindari,” ujarnya. 

Cara ini menurut Biwara jauh lebih efektif. Dibandingkan dengan imbauan dari petugas keamanan maupun pengelola wisata. Ini karena wisatawan hanya berpikir bersenang-senang setibanya di lokasi wisata.

“Kalau wisatawan sudah dipantai karena ingin segera menikmati itu tidak memperhatikan, tapi kalau dalam perjalanan diinformasikan maka bisa menghindari resiko yang ada disitu. Jangan sampai pulang membawa kabar duka,” katanya. (Dwi) Editor : Editor News
#Siklon Tropis Herman #Biwara yuswantana #BPBD DIJ #mitigasi bencana #edukasi bencana