Kepala Satpol PP DIJ Noviar Rahmad mengatakan, pihaknya kekurangan personel apabila harus mengawasi terus menerus. Apalagi pelaku kejahatan diindikasikan seperti sudah memahami pola kerja para petugas.Kasus terbaru terjadi setelah waktu sahur. Jadi tidak malam hari. “Itu yang perlu kita antisipasi,’’ jelasnya kemarin (28/3).
Pihaknya melakukan patroli berdasarkan titik rawan yang sudah dipetakan. Selebihnya memang harus ada sinergitas dan bantuan Satlinmas yang tersebar di seluruh wilayah DIJ. Jagawarga juga memiliki peran besar sebab lebih mengetahui titik-titik kumpul anak-anak di lingkungannya.
Gubernur DIJ Hamengku Buwono X mengatakan jam malam tidak efektif dan justru bisa memicu pro dan kontra. Yang paling utama adalah peran orangtua dalam mengontrol perilaku anaknya."Asal orangtua mau membangun dialog yang baik, saya kira manusiawi juga. Hal seperti itu harus bisa dilakukan," ujarnya. (lan/din) Editor : Editor Content