Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

RSUP Sardjito Tangani 107 Pasien Transplantasi

Editor Content • Senin, 13 Maret 2023 | 18:00 WIB
PEMBINAAN: Peluncuran Tim PS Indonesia Muda Naturindo di kawasan Timoho, Kota Jogja Selasa malam (28/6). Mereka bersiap berlaga di Liga 3 dan Piala Soeratin 2022. (ANA R DEWI/RADAR JOGJA)
PEMBINAAN: Peluncuran Tim PS Indonesia Muda Naturindo di kawasan Timoho, Kota Jogja Selasa malam (28/6). Mereka bersiap berlaga di Liga 3 dan Piala Soeratin 2022. (ANA R DEWI/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan ginjalnya. Orang yang terkena penyakit ginjal menyebabkan sistem metabolisme tubuh akan terganggu. Karena ginjal tidak dapat menyaring darah dengan baik, tidak dapat menjaga Keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh serta memproduksi hormon.

"Pasien penyakit ginjal harus menjalani terapi. Jika kondisinya sudah stadium 4-5 maka harus dilakukan transplantasi atau cangkok ginjal," ungkap Konsultan Nefrologi RSUP Dr Sardjito dr Iri Kuswadi Sp. Pd-KGH Finasim saat ditemui Radar Jogja (9/3).

Iri menjelaskan, tingkatan penanganan ginjal ada stadium satu sampai lima. Khsusus pasien yang dia tangani, umumnya kondisi berat, stadium empat hingga lima. Sebanyak 107 pasien ginjal ditangani RSUP Dr Sardjito saat ini. Jumlah itu khusus penanganan transplantasi ginjal.

Penyakit ginjal yang diperhatikan itu mengenai penyebabnya. Dia menyebut, 40 persen penyebab penyakit ginjal karena hipertensi dan 40 persen karena diabetes. Jika keduanya tidak terkontrol, maka rentan terkena penyakit ginjal, dan penyakit lainnya seperti jantung dan stroke.

Iri menyebutkan, tingkat keberhasilan transplantasi pasien ginjal di rumah sakit ini cukup tinggi. Namun dijelaskan sekali terkena penyakit ginjal, maka sulit disembuhkan. Hanya bisa menurunkan dengan menjaga ginjal agar tidak naik stadium.

Transplantasi ginjal dikatakan berhasil apabila dalam satu tahun pertama, fungsi ginjal masih sama. Dan masih seperti normal. Ini perhitungannya 95 persen.

Kemudian dilihat dari perhitungan selama dua tahun. Ketika 85 persen ginjal berfungsi dengan baik atau dalam periode satu tahun 95 persen ginjal berfungsi baik. Kemudian dilanjutkan setelah menjalani transplantasi ginjal ini.

"Untuk mengetahui seseorang terkena ginjal, perlu dilakukan identifikasi dengan pemeriksaan kesehatan rutin. Pokoknya, mencegah diabetes, kolestrol, asam urat, dan hipertensi," ungkap ketua Persatuan Nefrologi Indonesia (Pernefri) ini.

Namun juga perlu diketahui, penyakit ginjal juga dapat disebabkan oleh faktor keturunan. Jika tidak dibarengi dengan terapi yang benar, dengan filosofis (faktor keturunan), hipertensi harus di bawah 140/90.

"Pasien kami ada yang sudah 10 tahun menjalani transplantasi ginjal. Hingga sekarang masih kami pantau fungsi ginjal, masih berjalan dengan baik," ujarnya.

Orang terkena gangguan ginjal pada stadium satu dan dua, agar diminta memeriksakan ke bagian ureum dan kreatinin. Untuk pemeriksaan awal ginjal berfungsi atau tidak, saat ini dapat dilakukan ke Puskesmas.

Sementara itu, Spesialis Bedah Urologi dan Konsultan RSUP Sardjito Indrawarman Sp.U (K) menambahkan, kualitas penanganan pasien ginjal di RSUP Sardjito tak kalah dengan penanganan di luar negeri. Penanganannya sudah semakin maju dan tingkat keberhasilan transplantasi ginjal tinggi, mencapai 95 persen.

"Sekarang kontrolnya juga lebih mudah. Bahkan pasien yang membutuhkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sudah dilayani," tandasnya. (mel/laz) Editor : Editor Content
#ginjal #RSUP Sardjito