Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BOB Bisma Jatmika mengatakan pentingnya pelatihan ini. Terutama bagaimana teknik dan cara menarik investor luar negeri.
"Produk wisata maupun ekraf sebaik apa pun kalau tidak dipresentasikan dengan baik, tidak akan menjual dan menarik para investor,'' jelasnya di Aula Kantor BOB Jogjakarta, Kamis (9/3).
Enam kabupaten yang mendapatkan pelatihan ialah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Kulonprogo, dan Pemprov DIJ. Selain itu kegiatan juga merupakan salah peningkatan kapasitas di internal pegawai BOB.
Sejumlah materi penting diberikan. Diantaranya cara melakukan presentasi dengan baik, bagaimana cara menjawab pertanyaan investor, menghandle pertanyaan dengan tepat dan penguasaan materi.
"Investor asing tidak suka bertele-tele. Penguasaan materi dan penyampaian yang lugas dan tepat menjadi poin plus dalam menggait investor. Intinya singkat, padat, dan mengena," katanya.
Lebih lanjut Bisma mengatakan pentingnya kajian destinasi maupun produk wisata sebelum dipaparkan di depan investor. Diantaranya yang perlu dipersiapkan adalah perijinan dari DPMPTSP, masalah kendala lahan, hingga regulasi.
"Paling penting, baik kabupaten kota harus menyiapkan promosi investasinya agar dapat menelaah potensi produk masing-masing," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan sejumlah cara dan upaya bagaimana membentuk UMKM digital pichtec. Selain itu juga pengembangan SDM hingga peningkatan kualitas produk lokal. Lalu cara menyuguhkan produk lokal saat pertemuan dengan investor.
"Kita juga harus melihat situasi dan kondisi calon investor. Kebutuhan mereka apa saja dan bisnis plan mereka apa saja. Karena kita juga tidak boleh asal menerima investor. Harus memiliki visi dan misi yang selaras dengan kebutuhan kita,'' katanya.
Pada sharing session kali ini juga dilakukan diskusi dan saling memberi masukan antar peserta. Termasuk update perkembangan dari masing-masing daerah PTSP. Dikulik pula kendala-kendala investasi yang dialami.
“Selain itu juga mengenai progres tentang investasi yang telah dilakukan. Produk yang bisa dipromosikan bukan hanya kawasan industri yg sudah ada. Namun bisa dengan memperbarui atau menciptakan kawasan baru,” ujarnya. (obi/dwi) Editor : Editor News