Kelangkaan itulah yang diambil masyarakat Desa Jemur, Kecamatan Pejagoan untuk mengeksplore potensi alam sekitar. Salah satunya dengan mempercantik tampilan Bendungan Kedungsamak sebagai lokasi wisata. Setiap akhir pekan, tidak sedikit masyarakat memilih lokasi ini sebagai destinasi wisata alternatif.
Kepala Desa Jemur Tunjangsari, awalnya tidak percaya, dari tujuan utama fokus membenahi saluran irigasi. Tapi dibalik semua itu ternyata memiliki nilai jual. Konsep wisata alam Bendungan Kedungsamak justru kini menjadi magnet wisata tersendiri. "Cuma lihatnya merawat bantaran sungai sama bendungan. Lah kok jadi pada datang. Kemudian tercetus buat wisata," ucapnya, Jumat (3/3).
Tunjangsari menceritakan, sebelum menjadi destinasi wisata, di sekitar lokasi masih banyak ditemukan penambang pasir. Kondisi ini cukup menjadi keprihatinan karena berpotensi menimbulkan kerusakan sungai. Namun, seiring wisata mulai menggeliat, para penambang pasir menghilang dengan sendiri. "Pokoknya setiap hari pasir dikeruk. Pinggiran sungai lama-lama longsor," tuturnya.
Lokasi wisata ini tepat berada di bantaran Sungai Lukulo. Tepatnya sekitar 15 menit dari pusat Kota Kebumen. Selain bisa menikmati suara gemericik air, pengunjung akan disodorkan hamparan pengunungan yang membentang. Pengunjung juga akan dimanjakan ketika datang saat momentum matahari terbit maupun tenggelam. Semburat keindahan sinar matahari akan membuat pengunjung betah berlama-lama.
Beberapa fasilitas yang ditawarkan meliputi, gazebo, tempat bermain anak, minibar. Selain itu, pengunjung juga akan dengan mudah menjumpai kuliner khas Kebumen utara di warung-warung warga sekitar. Kuliner khas berbahan potensi alam seperti krekel, gethuk dan golak. "Kalau waktu ramai itu Minggu pagi. Datang pada senam, habis itu makan sambil minum kelapa muda," tuturnya. (fid/pra) Editor : Editor Content