Persiapan lainnya juga dilakukan seperti pembentukan kelompok panitia. Mulai dari penghitungan piring dan gelas, hingga pemasangan ornamen khas KRJ. Ramadan kali ini, KRJ juga akan diramaikan oleh lapak UMKM sekitar 300 pedagang.
"Tanggal 1 Maret kami buka pendaftaran UMKM. Termin pertama kita buka untuk UMKM yang dibina oleh masjid. Tanggal 4 Maret dibuka untuk warga Jogokaryan secara keseluruhan. Tanggal 11 Maret baru kami buka untuk umum," jelas Penanggungjawab Pasar Sore KRJ Edo ditemui di Masjid Jogokaryan, Kamis (2/3).
Edo mengatakan pasar sore KRJ memang diprioritaskan bagi UMKM binaan masjid dan warga Kampung Jogokaryan. Ini sejalan dengan tujuan dibentuknya KRJ untuk meningkatkan perekonomian warga Jogokaryan. Sisanya baru dibuka untuk masyarakat umum.
Edo menambahkan, nantinya akan ada 300 stand UMKM. Seluruhnya akan tersebar dari ujung timur hingga ujung barat Jalan Jogokaryan. Stand juga disediakan secara gratis.
"Parkiran juga akan kami buka bazar. Untuk tenant yang mempunyai modal nanti bisa di situ," kata Edo.
Dia mengajak masyarakat untuk turut hadir dan memeriahkan momen Ramadan di Kampung Ramadan Jogokaryan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Masjid Jogokaryan akan menyediakan sebanyak 3.000 porsi nasi setiap harinya.
"Kami berharap akan banyak kampung yang minimal sama dengan kami. Sehingga bisa meningkatkan ekonomi warga di wilayahnya masing-masing," ujar Edo. (isa/dwi) Editor : Editor News