RADAR JOGJA – Bank Sampah Surolaras menyulap sampah yang ditabung masyarakat menjadi sebuah emas. Hal ini berawal dari tabungan masyarakat yang semakin banyak, dan pengurus tidak mampu mengelolanya.
Sekertaris Bank Sampah Surolaras Ida Ariyastuti menyebut, inovasi kemudian dilakukan oleh para pengurus. Untuk mengalihkan bentuk simpanan yang berwujud uang, menjadi tabungan emas. "Beban karena membawa uangnya banyak orang,” lontarnya Rabu (1/3).
Bank sampah yang berada di Kampung Suronatan, Notoprajan, Ngampilan ini pun kemudian bekerja sama dengan toko emas. “Ini juga dapat untuk tetap menambah dan menghidupkan pendapatan masyarakat serta bank sampah tersebut," ujarnya.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang antusias untuk menabung di bank sampah tersebut. Mereka, akan memilah sampah yang organik dan anorganik dari rumah. Lalu disetorkan ke bank sampah setiap Senin.
Sementara itu, Ketua Kampung Muhammad Safi'i menuturkan, bank sampah yang sudah berdiri sejak 2012 semakin berkembang dan dikenal banyak kalangan. Berawal dari edukasi masyarakat untuk memilah sampah, saat ini bank sampah justru mampu menambah pendapatan masyarakat.
Safi'i mengungkapkan, bank sampah di wilayahnya itu juga membuka pelatihan. "Kita juga memproduksi kerajinan dari sampah," sebutnya.
Safi'i berharap, masyarakat akan semakin peduli dengan sampah yang dihasilkan. Bisa dimulai dengan memilah sampah dari rumah masing-masing. "Kita harus mulai mengajak dari hal yang paling kecil," pungkasnya. (cr2/eno) Editor : Editor Content