Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BI Perluas QRIS Cross Border

Editor Content • Kamis, 2 Maret 2023 | 16:57 WIB
DISANKSI : Mahasiswi pengunggah video pemasangan kateter yang viral di media sosial. Pihak kampus untuk sementera memberhentikan praktik mahasiswi tersebut. GUNAWAN/RADAR JOGJA
DISANKSI : Mahasiswi pengunggah video pemasangan kateter yang viral di media sosial. Pihak kampus untuk sementera memberhentikan praktik mahasiswi tersebut. GUNAWAN/RADAR JOGJA
RADAR JOGJA – Bank Indonesia (BI) dorong perluasan QRIS Cross Border. Dalam upaya meningkatkan transaksi digital antarnegara di ASEAN. Melalui kemudahan yang diberikan, pariwisata diharapkan makin berkembang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIJ Budiharto Setyawan membenarkan, saat ini QRIS Cross Border sudah implementasi antara Indonesia-Thailand. QRIS Cross Border secara agresif dikembangkan oleh BI, sesuai kesepakatan pada G20 pada 2022, negara ASEAN-5 telah membuat komitmen untuk pengembangan QRIS Cross Border.

Sehingga ke depannya, fitur ini akan diperluas ke Malaysia, Singapura, dan Filipina. “QRIS Cross Border ini juga akan mendukung pertumbuhan ekonomi DIJ yang ditopang oleh sektor pariwisata,” ujarnya kepada Radar Jogja.

QRIS Cross Border memberikan kemudahan lewat pembayaran digital. Saat wisatawan dari ASEAN-5 berkunjung, mereka dapat melakukan pembayaran hanya dengan scan QR. Tagihan yang akan dikenakan, dilakukan oleh negera asal. Selain itu, tagihan akan menggunakan mata uang negara asal. “Harapannya, turis asing yang berkunjung ke DIJ akan semakin mudah dalam membeli produk-produk UMKM lokal DIJ,” sebutnya.

Budiharto optimistis, DIJ dapat jadi lokasi pengembangan QRIS Cross Border secara optimal. Mengingat, jumlah transaksi QRIS sudah terakumulasi 20,8 juta kali sepanjang 2022. Angka itu meningkat 185 persen dibandingkan dengan total akumulasi transaksi pada 2021, yaitu 7,3 juta transaksi.

Tidak hanya dari segi transaksi, jumlah pengguna QRIS DIJ pada 2022 juga mencapai 540.568 user. Tumbuh 113 persen (yoy) dibandingkan capaian pada 2021. “Jadi cukup cepat pertumbuhannya. Tahun lalu (2022, Red), DIJ mendapat penghargaan BI Award sebagai provinsi untuk pendapatan QRIS terbanyak se-Indonesia. Penghargaannya diterima langsung oleh Ngarsa Dalem,” ungkapnya.

 

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja pun mendukung program DIJ untuk mengembangkan smart city. Melalui program tersebut, akan digencarkan digitalisasi. Termasuk mendorong pembayaran digital. Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sumadi mengatakan, pemkot menyambut baik dengan adanya program smart province. Maka ke depan, integrasi dan sinergi antara pemerintah provinsi dengan pemkot semakin kuat.

“Kami kan juga sudah punya jaringan yang nanti tinggal dikoneksikan dengan provinsi. Perencanaannya akan disusun dengan Bappeda Kota Jogja dan teknisnya nanti bersama Kominfo Kota Jogja,” tandasnya. (fat/eno) Editor : Editor Content
#QRIS Cross Border #bank indonesia