Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dominan Berisi Kritik Sosial

Editor Content • Sabtu, 25 Februari 2023 | 14:16 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Musik hip hop yang sudah beredar sejak era 1970-an hingga kini masih memiliki peminatnya sendiri. Bahkan bagi sebagian penikmat, lebih menyukai hip hop karena berisi kritik sosial.

Seperti halnya Dimas Hermawan. Dia juga lebih menyukai lagu hip hop yang liriknya mengangkat kisah perjuangan hidup seseorang. "Sampai dengan diss track yang digunakan untuk membalas sindiran atau menunjukkan betapa buruknya rap secara umum di masa modern ini," tutur warga Baciro, Gondokusuman, Kota Jogja itu kepada Radar Jogja kemarin (24/2).

Bisa dibilang Dimas cenderung menyukai musik hip hop yang old school. Makanya ia tidak terlalu mendengarkan musisi-musisi rap yang baru. Tapi hal itu tidak menutup kemungkinan bahwa dirinya akan terus tertarik untuk mengeksplorasi lebih dalam musik hip hop yang jauh lebih luas. "Dibandingkan cuma sekadar mendengarkan trap rap atau mumble rap yang nggak jelas," lanjutnya.

Dia mengaku, mulai mengenal musik hip hop berkat game Grand Theft Auto: San Andreas. Lewat game itu, dia mengenal musisi-musisi rap populer pada era 1990-an. Seperti Tupac Shakur, Dr. Dre, The Notorious B.I.G., dan grup N.W.A yang merupakan grup gangsta rap terbesar pada masanya. "Tapi setelah saya mendalami rap era 1990-an, ternyata gaya rap di era 2000-an apalagi 2010-an kurang cocok bagi saya," katanya.

Hingga kemudian dia mengenal Eminem, salah satu musisi rap 2000-an yang dia favoritkan. "Bagi saya kehebatan Eminem merangkai kata-kata berirama itu yang membuat dirinya pantas disebut Greatest of All Time," ungkapnya.
Di Indonesia sendiri, Dimas suka dengan Saykoji dan Iwa K yang lumayan kreatif dan cukup enak untuk didengarkan lagu-lagunya. "Beat mereka mirip sama hip hop 90-an. Kalau Iwa K ada unsur genre soul-nya, jadi enak banget buat didengar," ujar lelaki 28 tahun itu.

Terpisah, Anega Tri Asti, 31, mengaku kecanduan musik hip hop sejak 2014 silam. Dia kepincut aliran musik ini karena bisa menghidupkan semangat. Lewat ketukan nada yang terbilang rapat, hip hop membuat aktivitas lebih bergairah. "Alunan cepat jadi ramai. Seolah-olah kita ini dipanggil untuk terus bangkit. Beda sama lagu mellow," ucapnya kemarin.

Menurut Ega, hip hop kini menjadi salah satu musik arus utama. Buktinya, banyak bermunculan musisi muda yang memilih genre musik ini sebagai ruh memasuki dunia hiburan. Dari sisi karya, kata Ega, kreativitas musisi muda sudah tidak diragukan lagi. Mulai menyentuh hati masyarakat dari berbagai kalangan.

Ega adalah seorang penyanyi. Dia tergabung dalam grup band The Radio. Meski kelompok musiknya fokus ke berbagai lintas genre musik, dia cenderung jatuh hati ke hip hop.  Sebab wanita asal Karanganyar, Kebumen ini merasa potensi bermusiknya lebih cocok di hip hop.

Setiap kali manggung, lagu wajib genre hip hop yang pasti dia bawakan seperti karya Project Pop. Kemudian beberapa lagu musisi mancanegara, seperti Katty Parry dan Lady Gaga. "Paling suka sama lagu Project Pop. Klop banget pokoknya sama karya mereka," ungkapnya.

Penggemar musik hip hop lain yakni Inggi Yudi Aryadi alias Ras Inggi, 29. Vokalis band Fly Away ini secara personal cukup menikmati genre hip hop. Baginya, alunan musik hip hop punya makna lebih. Bukan sekadar menikmati alunan musik, tapi juga bisa menjadi ruang menyampaikan kritik. "Kenapa bisa suka, mungkin dari hip hop saya bisa menyuarakan keresahan. Kontrol sosial bisa juga lewat lagu," bebernya.

Fans berat Ras Muhammad ini mengaku, dari hip hop bisa memecah nalar kritis. Cara pandang bisa tergugah ketika mendengarkan musik hip hop. Menurut Ras Inggi, lirik singkat dengan alunan nada sederhana pada musik hip hop memudahkan pendengar memahami makna dari isi lagu. "Kalau sudah bisa menyatu, polanya tidak begitu rumit. Makanya sekarang anak muda kan mulai tertarik ke hip hop," pungkasnya. (tyo/fid/eno) Editor : Editor Content
#Gondokusuman