Jumbrong terbentuk dari berbagai musisi hip hop lintas generasi. Seperti Anto Gantaz generasi musisi 1990, Doni Salah Paham era 2000, Dj Paws saat 2005, Bacil dan Andy pada 2010, dan Mario Zwinkle 2015 ke atas. “Maka menurut mereka para penonton jika saat mengundang Jumbrong bisa seperti melihat lagu-lagu hip hop Jogja antargenerasi,” ujar DJ Paws, founder dari Jumbrong.
Hal unik dari grup musik ini, adalah terbentuknya yang bisa dibilang tiba-tiba. Berawal dari event yang diadakan setiap Jumat. Sedangkan gombrong, diambil dari esensi style hip hop zaman dulu. Yang identik dengan pakaian kedodoran atau gombrong.
Jumbrong tepat berdiri saat pandemi Covid-19, pada Desember 2020. Anggotanya bermula dari kumpulan anak muda yang senang bergerak untuk suatu kegiatan. "Dari yang bisa jadi panitia, mengadakan acara hingga menjadi penampil," ujarnya.
Enam player atau rapper tersebut, lanjut DJ Paws, awalnya berdiri sendiri-sendiri. Hingga mengadakan tour bareng di tiga kota. Tercetuslah Jumbrong tour.
Dj Paws mengatakan, grup Jumbrong ini adalah gabungan musik gayeng. Sebab saat mereka tampil, seperti paket hemat. "Karena kita sendiri adalah gabungan dari berbagai musisi, maka ketika ada yang mengundang akan mendapatkan banyak musik dari personel yang ada di Jumbrong," katanya.
Jumbrong, saat ini baru mempunyai satu single. Namun dalam waktu dekat, satu single baru sudah akan kembali muncul. Meski demikian, para personel berharap bahwa mereka akan selalu menghidupkan musik hip hop dengan semangat yang membara. "Kita mencoba selalu menghidupkan apa yang bisa menghidupi kita. Dan musik hip hop dapat bisa diterima untuk masyarakat Indonesia," sebut para personel Jumbrong. (cr2/eno) Editor : Editor Content