Penasihat DPD Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) DIJ Edwin Ismedi Himna mengakui ada dilematis. Pihaknya tidak bisa menolak namun juga tetap mempertanyakan kebijakan ini.
“Dampaknya adalah menentukan harga paket tur. Jika jadi naik, mau tidak mau harus mengubah harga. Padahal beberapa kontrak sudah deal awal tahun, sehingga ketika harga tiket destinasi wisata naik, bakal ada kerugian,” jelasnya, Kamis (23/2).
Edwin menuturkan sebanyak 60 hingga 70 persen anggota Asita fokus pada market asing atau inbound. Ini karena Candi Borobudur merupakan salah satu daya tarik wisatawan mancanegara. Mayoritas wisatawan asing yang menginap di Jogjakarta ingin berkunjung ke Candi Budda tersebut.
Pihaknya telah berkomunikasi dengan PT Taman Wisata Candi (TWC). Pembahasaanya adalah kenaikan harga tiket. Korelasinya kemudian penentuan harga paket wisata bagi para wisatawan.
"Biasanya kami hitung kenaikan itu 10 persen, tetapi kalau kami jual paketnya kemahalan, wisatawan mancanegara bisa kabur juga," katanya.
Edwin membeberkan saingan utama wisata serupa adalah Thailand. Destinasi wisata juga berupa candi peninggalan kuno. Dengan nilai lebih biaya yang lebih terjangaku dan aksesbilitas yang lebih mudah dari Indonesia.
Keluhan lain adalah pembatasan mobilitas bagi wisatawan. Diketahui saat ini wisatawan tidak masuk ke zona 1. Tepatnya naik ke Candi Borobudur untuk melihat relief dan patung. Wisatawan hanya diizinkan di zona 2 atau area taman milik PT TWC.
“Jadi datang cuma bisa foto saja. Padahal keinginan wisatawan bisa melihat langsung lebih dekat relief dan mendengar penjelasannya. Pasar terbesar dari Jepang dan Korea Selatan,” ujarnya.
Ketua DPD PHRI DIJ Deddy Pranowo Eryono menuturkan kebijakan ini akan berdampak pada tingkat hunian. Meski berada di Magelang Jawa Tengah, namun wisatawan menginap di Jogjakarta. Sehingga dampaknya tentu akan terasa bagi dunia wisata di Jogjakarta.
"Tentu kesulitan menambah length of stay atau lama tinggal. Misalnya tadinya 2 hari, terus nambah bisa 3 sampai 4 hari. Kami khawatirkan akan turun jika kebijakan ini diterapkan,” katanya. (dwi) Editor : Editor News