RADAR JOGJA - Keraton Jogjakarta kembali menggelar labuhan di Pantai Parangkusumo, Kretek, Bantul, kemarin (21/2). Panitia hajad dalem labuhan yang juga abdi dalem Keraton Jogjakarta di Pantai Parangkusumo Mas Beko Surakso Trirejo mengatakan, labuhan untuk memperingati naik takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Dalam labuhan dilarung barang-barang milik Sultan HB X beserta uba rampe ke laut selatan. Pria dengan nama asli Tri Waldiyono ini menjelaskan, beberapa barang yang dilabuh meliputi 12 jenis pakaian yang pernah dipakai Sultan HB X. Kemudian juga pendherek, ageman beserta kuku dan rambut Ngarsa Dalem.
“Hajad dalem labuhan dilaksanakan pada tanggal 30 Rajab setiap tahunnya,” ujar Tri kepada Radar Jogja. Labuhan diawali dengan membawa uba rampe labuhan dari Bangsal Sri Manganti Keraton Jogjakarta ke Kapanewon Kretek, dilanjutkan serah terima dari utusan keraton kepada pemerintah daerah.
Setelah itu baru uba rampe dibawa ke Cepuri Parangkusumo untuk diberikan doa-doa dan dilabuh ke laut. Acara ini selalu mendapat perhatian dari masyarakat dan pengunjung pantai. Tidak hanya datang dari wilayah DIJ, tapi juga di luar Jogjakarta.
Secara hakikat labuhan dalem memiliki tujuan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Sultan HB X diberikan umur panjang, keberkatan, dan kesehatan. Kemudian juga memohon agar keluarga keraton maupun abdi dalem diberikan kemakmuran. Selain itu, kerabat keraton dan masyarakat juga diberikan ketenteraman hidup.
Terpisah, Kepala Seksi Promosi dan Informasi Wisata Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Adi berharap dengan adanya acara budaya ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bantul. Ia juga menyatakan bahwa hajad dalem labuhan ini sudah menjadi agenda rutin kepariwisataan di wilayahnya. (inu/laz) Editor : Editor Content