Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Petani Diimbau Tanam Padi Umur Pendek

Editor Content • Senin, 20 Februari 2023 | 16:19 WIB
PERSIAPAN TANAM: Hamparan benih padi milik petani di wilayah Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk terlihat mulai tumbuh kemarin (19/2). Agar hasil produksi di tengah musim kemarau meningkat, petani diimbau menanam padi umur pendek. (GUNAWAN/RADAR JOGJA)
PERSIAPAN TANAM: Hamparan benih padi milik petani di wilayah Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk terlihat mulai tumbuh kemarin (19/2). Agar hasil produksi di tengah musim kemarau meningkat, petani diimbau menanam padi umur pendek. (GUNAWAN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Sebanyak 42.819 hektare total lahan di Gunungkidul didorong pemanfaatannya untuk sektor pertanian. Agar hasil produksi di tengah musim kemarau meningkat, petani diimbau menanam padi umur pendek.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul Rismiyadi mengatakan, musim pancaroba atau terjadinya transisi atau pergantian antara dua musim, seperti penghujan menuju musim kemarau hendaknya disikapi dengan bijak.
"Kami terus berupaya meminimalisasi dampak negatif dan terus berupaya meningkatkan hasil produksi," kata Rismiyadi kemarin (19/2).
Dia bersyukur tingginya intenstias hujan dalam sepekan terakhir tidak berdampak siginifikan terhadap sektor pertanian. Sejauh ini nihil laporan kerusakan lahan yang berakibat gagal panen."Itu karena sebagian besar petani di wilayah timur Provinsi DIJ ini memang sudah panen," ujarnya.
Namun demikian ada beberapa potensi gagal panen dampak musim pancaroba. Mulai kekeringan, dan serangan hama penyakit. Sesuai prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
(BMKG) curah hujan sampai April masih normal."Untuk mengantisipasi kekeringan petani disarankan menanam varietas berumur pendek dan menerapkan teknologi panen hujan," jelasnya.
Dikatakan, sistem Panen Air Hujan (PAH) merupakan suatu sistem konservasi air tanah melalui penampungan dan pemanfaatan air hujan guna memenuhi kebutuhan air untuk sanitasi."Dengan menerapkan teknik panen hujan dan konservasi air diharapkan terjadi peningkatan ketersediaan air bagi tanaman dan ternak, meningkatkan intensitas tanam, serta peningkatan produksi dan pendapatan petani," terangnya.
Demi mengantisipasi serangan hama penyakit, petani disarankan melakukan langkah-langkah pencegahan seperti pergantian varietas, pengaturan jarak tanam, sanitasi, dan perawatan berkala.
Pihaknya meminta petani mewaspadai potensi gagal panen bisa terjadi karena serangan OPT (organisme pengganggu tumbuhan)."OPT adalah semua organisme yang mempunyai potensi menimbulkan kerusakan ekonomis atau gangguan pada tanaman padi/palawija terpilih, termasuk didalamnya adalah hama, penyakit, dan gulma" ungkapnya.
Guna meminimalisasi kerugian akibat gagal panen, ada program asuransi usaha tani. Program tersebut diselenggarakan untuk melindungi petani dengan memperoleh ganti rugi apabila mengalami gagal panen. "Mengenai distribusi pupuk bersubsidi tahun ini difokuskan pada jenis Urea dan NPK," terangnya.
Sekretaris DPP Kabupaten Gunungkidul Raharja Yuwono mengatakan distribusi pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK difokuskan pada 9 komoditas pertanian. Masing-masing padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabai, bawang putih, kopi rakyat, kakao, dan tebu rakyat.
“Itu ketentuan pemakaian pupuk bersubsidi 2023,” kata Raharja.
Sesuai Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 734 Tahun 2022 Harga Eceran Tertinggi (HET) harga pupuk bersubsidi Rp 2.250 per kg untuk pupuk urea, Rp 2.300 per kilogram pupuk NPK, dan Rp 3.300 per kilogram pupuk NPK dengan formula khusus kakao.

Terpisah, seorang petani wilayah Kalurahan Playen, Kapanewon Playen, Muji mendukung arahan dari DPP mengenai tanam padi varietas umur pendek. Misalnya jenis SR umur 72 hari ST (setelah tanam), herkules 85 hari ST."Di tempat kami mulai tanam sekitar dua minggu lagi," kata Muji.
Petani lainnya di Kapanewon Patuk, Sulistyo kurang terbiasa menanam padi varietas umur pendek. Lebih sering menggunakan varietas ciherang karena dinilai lebih aman dan terbiasa. Umur ST jenis ciherang sekitar 110-115 hari.
"Tanam padi umur pendek harus kompak, kalau tidak bisa rugi sendiri. Bulir padi lebih dulu tumbuh diserbu manuk emprit (burung pipit)," kata Sulistyo. (gun/din) Editor : Editor Content
#Pertanian