Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pelaku Pengeroyokan Sudah Teridentifikasi

Editor Content • Kamis, 9 Februari 2023 | 13:20 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA – Wajah Kota Pelajar kembali tercoreng dengana adanya aksi klithih yang terjadi di kawasan Titik Nol Kilometer, Selasa (7/2) sekitar pukul 04.00. Korban merupakan mahasiswa yang tengah menuntut pendidikan di salah satu kampus swasta. Korban diserang oleh enam pelaku setelah sebelumnya terjadi aksi pemepetan motor.

Kasi Humas Polresta Kota Jogja AKP Timbul Sasana Raharja mengungkap, pelaku telah teridentifikasi. Lantaran lokasinya terpantau CCTV. “Sudah teridentifikasi. Pelat kendaraan diketahui,” ucapnya, kemarin (8/2).
Timbul mengatakan, pihaknya bergerak cepat dalam penyelidikan. Setidaknya, polisi sudah meminta keterangan dari lima orang saksi termasuk korban.

Kendati demikian, Timbul mengatakan sampai saat ini belum ada laporan resmi dari korban. Padahal, korban diserang menggunakan senjata tajam (sajam) berupa celurit. “Untuk keterangan saksi mereka tidak mengenal. Namun kami mengecek rekaman CCTV, mudah-mudahan bisa segera terungkap,” sebutnya.

Berdasarkan penyelidikan, aksi kejahatan jalanan tersebut berlangsung hari Selasa (7/2/2023) sekitar pukul 04.00. Pelaku sekitar enam orang dan berboncengan sepeda motor. Kronologis kejadian, berdasarkan pemeriksaan saksi, korban dan pelaku bertemu di jalan. Kemudian terjadi aksi pemepetan. “Mungkin terprovokasi kemudian melakukan tindakan seperti yang ada dalam video,” jelas Timbul.

Korban tidak mengalami luka serius akibat pembacokan. Satu korban mengalami luka lecet di tangan dan tidak sampai rawat inap. Sebab ayunan celurit mengenai helm yang dikenakan oleh korban. “Korban berasal dari luar Jogja tetapi domisili di Jogja. Korban berstatus sebagai mahasiswa. Mudah-mudahan besok atau lusa sudah bisa terungkap,” tandasnya.

Kabid Humas Jogja Police Watch (JPW) Baharuddin Kamba, menyesalkan kembali terjadinya kasus kekerasan jalanan ini. Apalagi, tempat kejadian perkara (TKP) berada di jantung kota. Selain itu, tidak jauh dari kantor Polresta Jogja dan Istana Kepresidenan. “Jogja sedang giatnya membangkitkan dunia pariwisata, namun tercoreng dengan aksi-aksi kekerasan jalanan kembali terjadi. Seakan tidak ada efek jera bagi pelaku kekerasan jalanan lainnya,”terangnya.

Kamba menekankan, klithih dapat trauma dan kekhawatiran. Baik bagi wisatawan maupun orang tua yang menyekolahkan anaknya di Jogja. “Kasus yang terjadi di kawasan Titik Nol Kilometer tersebut pula, menambah daftar panjang kasus kekerasan jalanan atau klithih yang sebelumnya marak terjadi di Kota Pelajar,” ketusnya.

Oleh sebab itu, JPW mendesak pihak kepolisian segera menangkap para pelaku. “Jangan ada yang buron atau diburonkan. Viralkan wajah para pelaku sebagai sanksi sosial,” cetusnya.

Sekretaris Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, pada prinsipnya upaya pencegahan kekerasan jalanan terus dan masih dilakukan. Baik melalui sosialisasi di sekolah-sekolah, rumah tangga, juga upaya melakukan patroli di jalan.”Namun, kekerasan jalanan masih saja tak terelakkan,’’ katanya di Kompleks Kepatihan kemarin (8/3).

Aji mengatakan peristiwa tersebut tentu menjadi keprihatinan jajaran pemprov. Terlebih aksi itu dilakukan di jalanan pusat kota yang sejatinya selalu ramai. Para pelaku diklaim terlalu nekat dan tak memperdulikan orang banyak yang ada di sekitarnya. “Ini saya kira juga membuat kita lebih prihatin lagi. Karena aksi nekat itu yang melakukan di tengah banyak orang,” sambungnya.

Pemprov DIJ mendorong kejadian tersebut dapat diusut hingga tuntas. Aparat penegak hukum harus tegas untuk memroses kepada para pelaku agar kemudian ada efek jera dan membuat orang lain tidak melakukan hal yang sama. “ Tapi karena ini sudah kejadian, saya kira wilayahnya aparat penegak hukum,” jelasnya.

Sejauh ini pemprov masih fokus mencari solusi terbaik untuk menghilangkan tindak kekerasan jalanan. Tentu upaya-upaya yang sudah dilakukan tetap akan diteruskan.

Dalam upaya menekan kekerasan jalanan, pemprov melibatkan beberapa stakeholder baik Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk, Satpol PP, dan masih banyak lagi. Kesemuanya itu bekerja bersama dengan kabupaten/kota. Pun kepada para lurah di kelurahan kalurahan juga sudah diminta terlibat menekan kekerasan jalanan. “Kami juga sudah minta bantuan kepada para lurah yang ada di kelurahan-kelurahan untuk selalu sosialisasi tentang itu (kekerasan jalanan). Dan melaporkan kalau ada gejala kemungkinan terjadi kekerasan anak di kalangan remaja, apalagi yang ada di jalan,” tambahnya.

Menurutnya, peran penting dalam hal ini adalah keterlibatan keluarga. Keluarga harus melihat anak-anaknya maupun anggota keluarga lain yang sekiranya tidak berada di rumah agar kepeduliannya untuk mencari tahu keberadaan mereka. Terlebih jika mengetahui akan melakukan tindak kekerasan, keluarga harus segera pro aktif melaporkan kepada pihak yang berwajib. Sehingga, upaya penjagaan di titik-titik rawan dinilai kurang efektif ditambah petugas yang terbatas tidak akan mampu menjangkau semua wilayah.(fat/wia/din) Editor : Editor Content
#Titik Nol Kilometer #Aksi Klithih