Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sering Putar Film India, Jadi Jujukan Anak Muda

Editor Content • Minggu, 5 Februari 2023 | 16:29 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Sukarlin menyebut gedung bekas Bioskop Arjuna beberapa kali beralih fungsi. Sekitar tahun 2005, saat dia tengah mengandung, seingatnya Bioskop Arjuna telah tutup. Setelah mangkrak, gedung itu jadi pabrik sarung tangan.

Gedung yang berlokasi di Pingit Kidul, Bumijo, Jetis, Kota Jogja, ini pernah juga difungsikan sebagai tempat hiburan bowling. Namun tak bertahan lama, lantaran terjadi gempa pada 2006. Lepas itu, gedung kembali mangkrak.

Hingga sebuah perusahaan ojek online memanfaatkannya sebagai kantor.
“Sekarang dipakai untuk bank,” jabar Mami Karlin, sapaan akrabnya. Ditemui Radar Jogja di lapak sekitar jalan Tentara Zeni Pelajar, tepatnya depan Gereja Kristen Muria Indonesia.

Seingat Mami Karlin, Bioskop Arjuna ramai sekitar tahun 1989-1990. Dia dulu bahkan bekerja di sekitar bioskop itu. Perempuan kelahiran 1973 ini dulu bekerja di billiar tepat di belakang bioskop.

“Dulu ramai sekali. Salah satu tempat hiburan merakyat zaman dulu,” lontarnya sembari menata penganan. Pesanan pelanggan untuk kegiatan Jumat berkah di masjid sekitar lapaknya.

Dibilang merakyat, karena harga tiket di bioskop ini terbilang murah. Harganya, sekitar tahun 1989-1990 hanya Rp 300. “Murah ketimbang yang lainnya. Makanya anak muda banyak ke situ,” ujarnya.

Film yang biasa diputar di Bioskop Arjuna adalah film India. “Arjuna itu kelas rendah. Dulu itu paling bagus ya Empire atau Mataram,” sebutnya.
Stigma ‘kelas rendah’ yang disandang Arjuna, ternyata turut berpengaruh pada masyarakat. Hingga akhirnya bioskop ini tak mampu lagi gaet penonton. Di samping itu, menjamur bioskop-bioskop modern.

Kenangan berbeda tentang Bioskop Indra, juga masih hinggap dalam ingatan Guntur Aga Tirtana. ‘Tetangga’ gedung Bioskop Arjuna ini mengaku pernah menerobos masuk. “Rumahku utaranya bioskop itu,” ungkapnya.

Saat itu Guntur masih duduk di bangku SD. Kejadiannya sekitar tahun 1992-1993. “Begitu tahu bioskop (memutar, Red) film dewasa, aku keluar. Wedi (takut),” kata Guntur tertawa. Padahal, saat menonton, Guntur tidak diusir oleh penjaga. (fat/laz) Editor : Editor Content
#Bioskop Arjuna