Bagus Kristiawan, merupakan pengguna laundry self service. Menurutnya, layanan ini sangat membantunya dari sisi waktu dan pengeluaran. "Sangat efisien karena lebih cepat jadi dan harganya lebih murah daripada laundry kiloan," katanya saat dihubungi Radar Jogja kemarin (3/2).
Kesibukannya sebagai karyawan swasta, membuat Bagus tak memiliki banyak waktu untuk mencuci pakaian. Apalagi dirinya adalah seorang perantau. Ditambah lagi di musim hujan, membuat pakaiannya lama kering.
Bagus mengaku sudah hampir setahun belakangan mencuci di laundry self service. "Saya lebih milih laundry self service karena lebih praktis dan langsung kering," ujar lelaki asal Salatiga itu.
Dia menjelaskan, sistem menggunakan laundry self service adalah konsumen memasukkan dan merapikan sendiri cuciannya. Pencuciannya sendiri memakan waktu 25 menit. Sedangkan pengeringannya sekitar 20 menit. Sementara untuk pembayarannya menggunakan kartu member. "Top up kartunya di tempat laundry," ucapnya.
Bagus sendiri hanya merogoh kocek sebesar Rp 35 ribu untuk pakaian maksimal 14 kilogram. Sementara untuk pengeringannya, bertarif Rp 30 ribu untuk berat yang sama. "Saya biasanya seminggu sekali. Paling cuma 10 kiloan aja pakaiannya," bebernya.
Selain itu, dia juga merasakan privasi dalam hal mencuci pakaian. Sebab dia memiliki pengalaman tak mengenakkan saat menggunakan jasa laundry konvensional. Salah satu pakaiannya pernah tertinggal. Beruntung Bagus langsung sigap ke tempat laundry untuk mengambilnya. "Di sini nggak bakal kecampur sama punya orang lain. Terus juga menyediakan sabun dan pewangi cair kalau misal kita lupa," jelas lelaki 27 tahun itu.
Selain sabun dan pewangi pakaian, fasilitas lain yang tersedia di layanan laundry self service adalah ruang tunggu, soft drink, dan WiFi gratis. (tyo/eno) Editor : Editor Content