Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Temui 9 Kasus Campak Sepanjang 2022, Dinkes Jogja Kejar Imunisasi

Editor News • Jumat, 27 Januari 2023 | 00:35 WIB
SOSOK : Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Dinkes Kota Jogja Lana Unwanah saat diwawancara di Balai Kota Jogja, Kamis (26/1). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
SOSOK : Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Dinkes Kota Jogja Lana Unwanah saat diwawancara di Balai Kota Jogja, Kamis (26/1). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA – Belakangan kasus penyakit campak merebak di berbagai daerah. Penemuan kasus campak juga terjadi ditemukan di Kota Jogja pada tahun 2022. Total mencapai 60 suspek dan 9 diantaranya positif Campak.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Dinkes Kota Jogja Lana Unwanah menyebutkan data merujuk pada laporan semua fasilitas kesehatan di Kota Jogja. Hasilnya 9 kasus positif Campak dan dua kasus diantaranya memiliki kaitan secara epidemiologis.

“Setelah dilihat status vaksinasinya, memang anak yang belum divaksinasi campak. Tapi ini sudah selesai. Sudah dirawat di rumah sakit dan sejauh ini tidak ada komplikasi. Itu kejadian tahun 2022,” jelas Lana, Kamis (26/1).

Lana mengungkapkan campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Gejalanya diawali dengan demam, terkadang disertai dengan batuk dan pilek.

Ciri khasnya, terdapat bercak putih pada daerah tenggorokan dan bintik-bintik kemerahan di sekujur badan. Lana menambahkan, campak akan semakin berbahaya jika terjadi komplikasi.

“Bisa terjadi pneumonia atau radang paru, otitis media atau radang telinga, bahkan bisa sampai ke meningitis atau radang otak. Itu yang membahayakan jika terjadi komplikasi,” katanya.

Campak merupakan salah satu Penyakit yang Dapat Digecah Dengan Imunisasi (PD3I). Sehingga untuk mencegah adanya lonjakan kasus, Dinkes Kota Jogja terus mendorong orang tua untuk segera melengkapi imunisasi pada anaknya.

Imunisasi campak dan rubella diberikan kepada anak mulai usia 9 bulan. Dilanjutkan booster pada usia 18 bulan. Selanjutnya, dosis ketiga diberikan pada anak kelas 1 SD atau usia 6 tahun melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

“Dengan tiga kali pemberian imunisasi pada anak-anak, sudah bisa melindungi dari terinfeksinya penyakit campak,” ujarnya.

Lana mengakui percepatan pemberian imunisasi campak dan rubella sempat terhambat lantaran merebaknya pandemi Covid-19. Pada saat itu faskes maupun nakes tengah fokus pada Covid-19. Sehingga, target imunisasi yang sempat tertunda pada tahun 2020 hingga 2021 terus dikejar pada tahun ini.

Momen ini bertepatan dengan percepatan imunisasi oleh Kemenkes melalui program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Dia menambahkan capaian Imunisasi Dasar Lengkap di Jogjakarta telah mencapai 97,8 persen. Sementara di Kota Jogja masih di bawah rata-rata yakni sekitar 96 persen.

“Artinya sebetulnya masih ada anak-anak atau bayi yang belum diimunisasi. Ada karena orantuanya menolak. Ini yang kita khawatirkan. Bila anak-anak tidak terlindungi oleh vaksinasi, khawatirnya akan terjadi ledakan kasus,” katanya. (isa/dwi) Editor : Editor News
#Kasus Campak Jogja #virus Campak #dinkes jogja #KLB Campak