Wiwin mengaku pekerjaan mengutak-atik teknologi adalah hobinya. Ditambah dia juga memiliki bekal ilmu dasar teknik mesin saat mengenyam pendidikan SMK. Selebihnya, dia kerjakan secara otodidak dengan melihat referensi di internet.
“Saya sering dijuluki inovator kendaraan listrik karena yang saya bikin sesuatu yang lain. Sejak dulu saya senang dengan teknologi dan mulai menggeluti kendaraan listrik sejak tahun 2010,” jelas Wiwin, Kamis (19/1).
Salah satu mobil listrik rakitan Wiwin diberi nama Mobilijo. Mobil listrik ini dibuat dengan desain luaran yang nyentrik dan unik. Proses pembuatannya dimulai Desember 2022 dan selesai pada awal Januari 2023.
Mobilijo mampu menempuh jarak hingga 40 kilometer. Dalam sekali proses pengisian daya membutuhkan waktu 3 jam dan mengonsumsi daya hingga 200 watt. Mobil ini bisa melaju dengan tegangan 72 volt.
“Kecepatannya bisa mencapai 70 km/jam. Saya ingin membuat kendaraan listrik yang fungsional tapi bukan untuk di jalan raya. Bisa di area kompleks rumah ataupun area wisata,” katanya.
Titik kesulitan saat merakit mobil listrik adalah menyelaraskan bagian kemudi. Memasang rem juga menjadi tantangan bagi Wiwin. Namun, semua bisa diatasi berkat kesabaran dan ketelatenannya.
Inovasi menciptakan mobil listrik bukan sekadar mengikuti tren. Terbukti Wiwin sudah membuat kendaraan bertenaga listrik sejak 2010. Hingga saat ini, Wiwin telah berhasil merakit sebanyak 15 unit kendaraan listrik.
“Tujuan saya juga adalah untuk memasyarakatkan kendaraan listrik karena kedepan semuanya akan beralih ke kendaraan listrik. Jadi harapannya setiap rumah setidaknya punya kendaraan listrik baik mobil atau motor,” ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News