Awas, Jalan Godean Jadi Jalur Neraka

Editor Content • Dipublikasikan Rabu, 18 Januari 2023 | 14:36 WIB
PEMBEKALAN: Jelang Temu Bisnis, Pertamina dan Kemenparekraf membekali 100 UMKM Jateng - DIY dengan strategi komunikasi bisnis di DPSP Borobudur. Kegiatan ini diselenggarakan 23-25 Mei di MesaStila Resort & Spa Magelang.(ISTIMEWA)
PEMBEKALAN: Jelang Temu Bisnis, Pertamina dan Kemenparekraf membekali 100 UMKM Jateng - DIY dengan strategi komunikasi bisnis di DPSP Borobudur. Kegiatan ini diselenggarakan 23-25 Mei di MesaStila Resort & Spa Magelang.(ISTIMEWA)
 

RADAR JOGJA - Ini peringatan bagi setiap pengendara yang melintas di Jalan Godean. Khususnya mulai dari barat Pasar Godean hingga Jembatan Ngapak. Anda harus ekstra hati-hati. Kondisi jalan provinsi di ruas tersebut dalam kondisi rusak parah.

Banyak lubang di sana-sini. Bahkan lubang jalan yang rusak tergolong relatif dalam. Sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Apalagi saat hujan lebat. Lubang-lubang itu kerap tak terlihat.

“Jalan Godean ini sudah menjadi jalur neraka. Banyak korban berjatuhan. Dua hari lalu, ada tiga kejadian kecelakaan lalu lintas. Satu orang pengendara diketahui meninggal,” ucap anggota Komisi C DPRD DIJ Muhammad Yazid kemarin (17/1).

Yazid mengaku tidak tinggal diam. Dia miris melihat situasi tersebut. Sejak akhir tahun lalu dia kerap menerima pengaduan masyarakat. Baik yang datang langsung ke rumahnya maupun melalui pesan WhatsApp (WA).
Juga ada yang mengirimkan pesan singkat lewat SMS. Mayoritas mengeluhkan kerusakan Jalan Godean. Dari hari ke hari kerusakannya tidak berkurang. Sebaliknya, justru bertambah parah. Kecelakaan seolah-olah menjadi tontonan sehari-hari.

Menyikapi itu, Yazid berulang-ulang di berbagai kesempatan menyuarakan kondisi Jalan Godean. Dia beberapa kali mendesak Pemprov DIJ mengambil tindakan. Upaya yang dilakukan selama ini kurang optimal.
Kerusakan Jalan Godean hanya diatasi dengan cara tambal sulam. Bidang Bina Marga Dinas PUP dan ESDM DIJ masih sebatas mengadakan pemeliharaan. Langkah itu dinilai tidak memecahkan masalah.

“Harus dilakukan peningkatan jalan. Terakhir peningkatan jalan di ruas Jalan Godean hingga Jembatan Ngapak dilakukan 14 tahun silam. Setelah itu hanya pemeliharaan saja,” sesalnya.

Sulitnya pemprov mengalokasikan anggaran peningkatan jalan provinsi mengundang rasa heran Yazid. Apalagi pada Tahun Anggaran (TA) 2023, usulan peningkatan Jalan Godean tidak diakomodasi dalam APBD DIJ. Dia memahami dengan keterbatasan kemampuan APBD DIJ.

Yazid menyodorkan agar ditempuh upaya lain. Misalnya menggunakan dana keistimewaan (danais). Usulan ini lagi-lagi seperti menabrak tembok beton. Lagi-lagi mental. Gagal diupayakan masuk danais.

Ketua Pengda Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) DIJ menyindir sulitnya sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov DIJ mengakses danais. Contohnya untuk peningkatan Jalan Godean tak pernah membuah hasil.

“Kenapa danais lebih mudah untuk piknik dan jalan-jalan ke Bali ketimbang peningkatan jalan provinisi seperti Jalan Godean yang sudah bertahun-tahun dibiarkan rusak,” sindirnya.

Ia langsung turun ke lapangan. Dia meninjau sejumlah lokasi yang dikeluhkan masyarakat. Ada beberapa titik yang diinventarisasi. Antara lain di Jalan Godean Km 12. Tepatnya di Dusun Dongkelan, tak jauh dari Balai Kalurahan Sidorejo, Godean.

Kerusakan yang terhitung parah juga terjadi di ruas Jalan Klangon-Tempel. Jalan yang rusak juga minim lampu penerangan jalan umum (PJU). Sama seperti Jalan Godean, kerusakan di ruas Jalan Klangon-Tempel tidak cukup dengan pemeliharaan. Harus dengan cara ditingkatkan jalannya.

Gagasan memanfaatkan danais untuk peningkatan Jalan Godean disambut positif Ketua Semar Sembogo Sukiman Hadiwijoyo. Dia mengakui kerusakan jalan mulai barat Pasar Godean hingga Jembatan Ngapak memerlukan perbaikan segera.

“Kalau bisa menggunakan danais seperti pembangunan JJLS dan Jalan Tawang-Ngalang di Gunungkidul, bagus sekali. Kami mendukung,” kata pejuang keistimewaan DIJ ini.

Sukiman mencatat, kerusakan Jalan Godean juga dipicu ada perbaikan jalur pipa yang dikembalikan secara tidak sempurna. Ini menambah tingkat kerusakan Jalan Godean. “Jalannya sudah pating gronjal,” tuturnya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPESDM DIJ Kwaryantini Ampeyanti Putri mengakui tahun ini hanya mengalokasikan satu kegiatan peningkatan jalan. Yakni di ruas Jalan Patuk-Dlingo, Bantul. “Kerusakan di sana sangat parah. Tahun ini kami tingkatkan,” katanya. Semula Jalan Patuk-Dlingo merupakan jalan kabupaten. Belakangan kemudian diserahkan ke provinsi.

Dia mengakui kondisi Jalan Godean juga memerlukan peningkatan. Tidak cukup pemeliharaan. Instansinya sudah beberapa kali mengajukan usulan anggaran. Namun belum bisa direalisasikan. Iyan, sapaan akrabnya, tak hanya mengusulkan melalui APBD DIJ. Usulan juga diajukan lewat danais. Lagi-lagi belum berhasil. “Pertimbangannya Jalan Godean tidak masuk satuan ruang strategis (SRS) keistimewaan,” terangnya.

Tak menyerah, Iyan kemudian mengajukan usulan lewat dana alokasi khusus (DAK). Upaya ini juga mentok. Alasannya DAK harus disesuaikan dengan tematik. Iyan memahami dengan masukan yang disampaikan masyarakat.
Dia telah menyampaikan sejumlah kendala saat rapat kerja maupun kunjungan lapangan dengan Komisi C DPRD DIJ. Termasuk dengan Yazid saat peninjauan ke Jalan Godean pada Desember 2022 lalu. “Sudah kami jelaskan. Faktornya di anggaran. Itu di luar kemampuan kami,” terangnya. (kus/laz) Editor : Editor Content
pasar godean jalan Godean