RADAR JOGJA - Ibadah di Kelenteng Poncowinatan tahun ini akan berlangsung terbuka. Tidak ada lagi pemberlakuan pembatasan jumlah umat yang ingin sembahyang di kelenteng. Selain itu, juga tidak diwajibkan untuk memakai masker.
Rangkaian ibadah akan diawali pada 20 Januari. Namun Kelenteng Poncowinatan tidak menyelenggarakan doa bersama. Rangkaian selanjutnya pada 21 Januari malam yang merupakan momentum pergantian tahun Imlek 2023.
Peralihan dari tahun Macan Air menuju Kelinci Air. Lalu 22 Januari pagi diadakan doa ucap syukur. Kelenteng Poncowinatan sendiri tergolong sebagai tempat peribadahan tertua di Jogjakarta. Didirikan medio 1881, bertepatan bertakhtanya Sri Sultan Hamengku Buwono VII.
Dalam sejarahnya, Kelenteng Poncowinatan digunakan untuk beribadah umat dari tiga kepercayaan. Yaitu Buddha, Konghucu, dan Taoisme. Sehingga kelenteng ini juga dikenal sebagai tempat pemujaan Tri Dharma. (aga/laz) Editor : Editor Content