Kepala UPT Logam Kota Jogja Nafiuk Minan menjelaskan nantinya PDIN tak hanya bisa dimanfaatkan oleh IKM. Industri-industri besar nantinya juga akan diperkenankan untuk menggunakan ekosistem kreatif atau insan kreatif melalui PDIN.
"PDIN tidak terbatas pada IKM, namun juga tersambung dengan kolaborasi antar sektor, mulai dari akademisi, pelaku bisnis maupun mitra strategis dari industri lainnya," jelasnya ditemui di PDIN, Jumat (13/1).
Dia menyebutkan kedepan desain yang dimiliki pelaku IKM diharapkan dapat disesuaikan dengan tiga sektor unggulan. Diantaranya kerajinan, fashion, dan perhiasan.
"Geliatnya sudah positif dan banyak yang menanyakan hanya saja terap perlu kita kurasi supaya kegiatan yang di sini tidak melenceng jauh dari visi kita. Untuk awal kita lebih fokus ke desain dulu," katanya.
Nafiul mengatakan kurasi dilakukan dengan melihat jenis porduk maupun bentuk pameran yang akan dilakukan. Kegiatan atau program diharapkan bisa mengarah pada tiga sektor yang menjadi fokus untuk dikembangkan.
"Sektor itu kan dinilai sudah kuat di Jogja ekosistemnya, sementara kita fokus ke sana dulu," ujarnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Jogja Kadri Renggono mengatakan PDIN merupakan subsistem pengembangan produk IKM skala nasional. PDIN menjadi ruang pertemuan bagi beragam produk desain pelaku IKM.
Dia berharap pelaku IKM mampu memanfaatkan PDIN sebagai wadah untuk meningkatkan kapasitas produk. Kadri juga akan berupaya menghadirkan berbagai program intervensi agar keberlanjutan ekosistem IKM terus berlanjut.
"Memang produknya tersegmen, tapi yang penting itu harus menunjukkan pada aspek kualitas. Maka kita juga melakukan kurasi. Pameran kan sifatnya bukan pada penjualan tapi lebih ke mengenenalkan produk kepada banyak orang," kata Kadri. (isa/dwi) Editor : Editor News