Buruh sampah Depo Mandala Krida Sarwanto membenarkan, sebagian besar sampah yang masuk ke tempatnya belum dipilah. Kendati SE Wali Kota Jogja itu sudah berjalan lebih dari seminggu. “Pemilihan belum maksimal. Masih banyak yang belum melakukan pemilahan, 70 persen belum memilah,” ungkapnya kepada Radar Jogja kemarin (12/1).
Sarwanto mengaku direpotkan. Akibat kesadaran masyarakat terkait pemilahan sampah yang belum terbentuk. Terlebih, jumlah buruh yang diberdayakan di Depo Mandala Krida tidak ditambah. “Tetap tiga orang. Tapi tugas bertambah, harus memilah,” ucapnya.
Namun ayah tiga orang anak ini pun mengungkap, volume sampah yang dibuang ke TPST Piyungan berhasil ditekan. Seiring dengan penerapan SE Wali Kota Jogja itu. “Sekitar 60 persen sampah anorganik bisa kami sisihkan untuk dijual ke pengepul. Terus 40 persennya, residu yang kami buang ke TPST Piyungan,” sebutnya.
Sampah yang disisihkan oleh pria 42 tahun ini, antara lain, kertas, plastik, dan botol beling. Sampah residu yang dimuat untuk dibuang ke TPST Piyungan adalah sampah saset plastik dan dedaunan. “Meskipun begitu, sekarang aktivitas masyarakat sudah meningkat. Yang buang sampah di sini juga banyak. Jadi per hari itu mengangkut 4-5 rit,” jelasnya.
Terpisah, Koordinator Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Nitikan Klimin menyebut, sampah rumah tangga yang masuk ke tempatnya berkurang. Volume sampah di TPST Nitikan berkurang sekitar 500 kg per hari setelah adanya gerakan zero sampah anorganik. Biasanya volume sampah di TPS Nitikan mencapai berkisar 3-4 ton, kini menjadi sekitar 2,53,5 ton.
“Sejak ada program zero sampah anorganik, di Nitikan sudah ada dampaknya. Tapi masih harus dalam pengawasan, karena ada warga yang memilah dan belum memilah,” bebernya.
Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sumadi berharap SE Wali Kota ini berjalan baik. Ia paham, langkah yang diambilnya tidak akan langsung berjalan mulus. Oleh sebab itu, ia bermaksud melakukan evaluasi secara terus-menerus dalam kurun 1-2 bulan. “Tapi yang jelas, persoalan sampah harus ditangani serius di Kota Jogja,” ujarnya. (fat/laz) Editor : Editor Content