RADAR JOGJA - Bentuk investasi paling aman memang diwujudkan dalam bentuk tanah atau emas. Namun itu tidak dipilih semua penerima Uang Ganti Rugi (UGR) Quarry Wadas. Beberapa lebih memilih untuk memutar uang menjadi uang yang lebih banyak labi dengan merintis usaha. Salah satunya dilakukan Fahrurozi Asabi yang optimis sukses membuat tempat kuliner asik bernama Tandem Resto di Desa Kaliurip, Kecamatan Bener, Purworejo.
Tempat kuliner yang satu ini memang beda, memanfaatkan pemandangan alam yang indah, tempat nongkrong asik ini dibangun dengan nuansa Bali. Menu yang disajikan juga ke-Bali-Bali-an. mampu membawa siapa saja yang singgah langsung teringat akan keindahan pulau Dewata. Tandem Resto kini sudah ramai dikunjungi, menjadi semacam destinasi wisata baru di Kecamatan Bener.
Tempat kuliner ini bersolek dengan latar hamparan sawah asri alami, tepat di sisi timur juga terdapat gemericik air sungai Kodil. Lokasinya juga tidak jauh dari pusat kota dan tidak kehilangan nuansa pedesaan yang memanjakan mata. Jika dihitung, jarak dari pusat Kota Purworejo hanya sekitar 15 menit sampai. Tidak jauh dari poros jalan nasional Purworejo-Magelang tepatnya ke arah ke Desa Wadas, Kecamatan Bener.
Mengulik lebih dalam tentang Tandem Resto, ternyata tidak lepas dari kejelian Fahrurozi Asabi sebagai Owner Tandem Resto. Kendati tidak menyebut secara detail berapa Uang Ganti Rugi (UGR) Wadas yang diterimanya, namun ia dengan optimis telah menginvestasikan uang sekitar Rp 1 miliar - Rp 2 miliar untuk memutarkan usaha ini.
Humas Tandem Resto Kuat Rofiq mengatakan, ide awal tempat kuliner ini untuk menjawab hadirnya PSN Bendungan Bener, khususnya di desa Wadas, disis lain memang sudah dari dulu ingin membuat sebuah lokasi yang enak untuk kongkow. "Resto ini memang sengaja dibuat ala-ala Bali, kebetulan lokasinya juga sangat mendukung, dekat sungai dan sawah, strategis mudah dijangkau, tidak terlalu jauh dari kota dan tidak terlalu di desa," ucapnya, Kamis (5/1).
Menurutnya, di wilayah Kecamatan Bener, kebetulan juga belum ada yang membuat tempat wisata atau tempat kuliner serupa. Tandem resto dilengkapi sejumlah bangunan, seperti kedai kopi, gazebo dan tempat pertemuan, ada juga tempat belanja yang lengkap (Tandem Mart), dilengkapi tiga titik kantong parkir kompleks Tandem Resto dibangun di lahan seluas kurang lebih 1.000 meter persegi. "Bangunan meeting room dan gazebo sengaja kami buat dari bambu yang kebetulan melimpah di Bener, kami sengaja memaksimalkan hasil bumi dari lokasi sini," ujarnya.
Terkait menu, untuk makanan ada sate lilit dan sambal khas Bali, memang sengaja disesuaikan dengan konsep. Sementara untuk minuman ada kopi tandem dan teh tandem. Kopi tandem dibuat dari kopi lokal dengan barista profesional, sementara teh tandem terbuat dari buah-buahan yang dikeringkan. "Teh tandem diolah sedemikian rupa dengan melibatkan ahli yang sudah banyak membuat eksperimen pembuatan teh berbahan buah-buahan. Semua alami, pewarna juga dari buah, warna merah Teh Tandem ini dari buah naga, buka serop," ucapnya.
Ditambahkan, untuk target pasar Tandem Resto memang menyasar kalangan menengah keatas, alasannya tidak ingin mematikan usaha kuliner lainnya yang sudah hadir lebih dahulu di sekitar lokasi usaha. Kendati demikian, harganya tetap ramah di kantong. Guna memanjakan pengunjung, destinasi wisata baru ini mempekerjakan 11 karyawan, di antaranya pramusaji yang memang ekspert dalam urusan meramu makanan. "Kami memang memiliki visi untuk pemberdayaan warga sekitar dan mengangkat produk pertanian lokal, minimal bisa menaikkan nilai jual hasil pertanian di Bener dalam bentuk olahan makanan," katanya.
Belum lama ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bahkan sudah pernah menyempatkan datang langsung untuk mencicipi makanan dan minuman di resto ini. Orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah itu juga mengapresiasi kegigihan warga penerima UGR Wadas yang mau menginvestasikan uang kaget-nya untuk usaha. "Pak Gubernur kemarin kesini ketika ingin melihat Wadas, dan beliau mendukung sekali, menurutnya ide seperti ini dibutuhkan agar warga Wadas tidak menjadi penonton ketika PSN Bendungan yang sarat menjadi kunjungan wisata jadi," katanya.
Salah satu pengunjung, Eka Novita mengungkapkan, ia mengaku penasaran dengan teh tandem, menurutnya ia baru kali pertama mencobanya, dan memang terasa khas tidak ditemukan di tempat lain, "Ini bukan sirup, merahnya ini dari buah naga yang dikeringkan, lokasinya juga sangat nyaman, cocok buat keluarga," ungkapnya.
Reni Pujiati, warga Benowo, Kecamatan Bener mengatakan hal senada, ia mengaku tahun Tandem Resto dari media sosial. Setelah datang langsung ia membuktikan sendiri keindahan Tandem Resto. "Ternyata memang asik tempatnya, suasananya malah mirip di Bali, pemandangannya bagus, menunya juga lengkap dan enak, saya pesan ayam bakar dan sambal Bali. Minumnya teh tandem yang memang terbukti segar, karena terbuat dari buah-buahan alami tanpa pengawet," ucapnya. (tom/pra) Editor : Editor Content