Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Umat Hindu Harapkan Dunia Sejahtera

Editor Content • Kamis, 5 Januari 2023 | 14:48 WIB
Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
RADAR JOGJA - Sebanyak 108 umat Hindu melakukan persembahyangan Hari Raya Galungan pertama di Candi Prambanan, Sleman, kemarin (4/1). Mereka melakukan upacara dengan khusyuk.

Candi Prambanan saat ini memang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan agama Hindu Indonesia dan dunia. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Nomor 168 Tahun 2022 tertanggal 13 Desember 2022.

“Candi Prambanan sudah diperbolehkan untuk sembahyang hari raya besar,” ujar Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) DIJ I Nyoman Warta kemarin (4/1).

Meskipun status PPKM sudah dicabut oleh pemerintah, sembahyang tetap dibatasi. Nyoman menyebut ketentuan itu diatur oleh Dirjen Bimas Hindu dan seluruh umat mematuhinya. Hal ini demi kebaikan bersama. “Tidak banyak, tetap dibatasi kok. Walaupun PPKM udah dibuka, yang boleh masuk segitu,” ujarnya.

Mewakili seluruh umat, Nyoman mengatakan harapannya tahun 2023. Pada momentum Galungan yang memperingati terciptanya alam semesta beserta seluruh isinya, dia berharap dunia beserta isinya sejahtera.

“Kami berharap dan menginginkan di tahun 2023, di dunia dalam keadaan damai, masyarakat sejahtera, persaudaraan sejati terbentuk,”  ujarnya.

Menurutnya, setiap manusia harus memberikan yang terbaik dalam hidupnya. Baik untuk sesama manusia maupun untuk alam semesta yang telah memberikan penghidupan.

“Maka Tuhan akan memberikan lebih. Apa pun yang kita kerjakan tulus, bekerja dengan baik. Perbedaan itu bukan masalah, namun justru anugerah. Saling menghormati dan toleransi,” jelasnya.

Di sisi lain, Nyoman mengapresiasi keberadaan Candi Prambanan yang dapat dijadikan tempat ibadah. Menurutnya, ibadah dan wisata tidak masalah, saling beriringan. Pariwisata mendongkrak ekonomi, namun ibadah tetap berjalan dengan baik dengan saling menghargai.

“Kalau teman-teman ke Bali, tempat pariwisata silakan. Yang sembahyang bisa ditonton, tapi tidak boleh diganggu. Yang sembahyang juga tidak akan menghalangi wisata. Semua berjalan,” jelasnya.

Dikatakan, pariwisata datang, ekonomi pun jalan. “Ibarat di jalan ring road jalur lambat dan cepat juga jalan, tidak saling menganggu,”  lanjutnya.

Sementara itu, seorang umat bernama Ketut Artana, warga Banguntapan, Bantul, berharap tahun 2023 kondisi dunia membaik dan seluruh manusia di dunia dapat saling peduli. Terlebih pandemi Covid-19 lebih kondusif.

“Keadaan lebih baik lagi semenjak PPKM dicabut. Dan, keadaan selalu damai, berharap semua orang bisa lebih peduli ke sesama ciptaan Tuhan,” harap Ketut. (lan/laz) Editor : Editor Content
#candi prambanan